Berdasarkan survei analis Bloomberg, bank sentral Fed diproyeksikan segera akan melonggarkan kebijakannya, dengan potensi kenaikan suku bunga di tahun ini menjadi 1 kali pada bulan Mei mendatang, bahkan berpotensi untuk memulai pemangkasan suku bunga pada semester kedua tahun ini.
Potensi pelonggaran kebijakan Fed ini direspon positif oleh sebagian besar pelaku pasar. Kondisi ini tercermin dari pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS – US Treasury – 10 tahun yang turun ke kisaran 3.3 hingga 3.4 persen. Momentum yang sama terjadi pada imbal hasil obligasi milik pemerintah RI, yang mengikuti penurunan ke kisaran 6.6 hingga 6.8 persen. Turunnya imbal hasil obligasi mengindikasikan terjadi kenaikan dari sisi harga obligasi.
Ke depannya, potensi pelonggaran kebijakan moneter diperkirakan masih akan berlanjut, melihat tingkat inflasi yang mulai menunjukan tanda penurunan mendekati target yang diharapkan bank sentral. Kondisi ini tentunya akan terus memberikan dukungan pada kelas aset obligasi dan reksa dana pendapan tetap ke depannya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk investasi yang ditawarkan oleh OCBC NISP, klik link berikut, atau Anda dapat mengunjungi cabang OCBC NISP terdekat.