Suku bunga Fed
Salah satu berita yang diantisipasi oleh pelaku pasar adalah penentuan tingkat suku bunga acuan oleh The Fed.
Pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) di bulan September menetapkan tingkat suku bunga acuan pada level 5.5%.
Namun demikian, The Fed menyampaikan pandangannya bahwa demi mencapai target inflasi AS pada 2%, masih terdapat peluang bagi The Fed untuk meningkatkan suku bunga acuan satu kali lagi dengan pandangan akan menahan suku bunga level tinggi lebih panjang (hawkish).
Lebih lanjut, pelaku pasar mengantisipasi bahwa kenaikan tingkat suku bunga sudah mencapai puncaknya dan diperkirakan akan mengalami penurunan pada pertengahan tahun 2024.
Antisipasi penurunan tingkat suku bunga menjadi salah satu peluang investasi pada aset pendapatan tetap seperti obligasi atau reksa dana pendapatan tetap.
Karena dengan penurunan tingkat suku bunga akan menyebabkan imbal hasil obligasi turun dan harga obligasi naik.
Masa Pemilihan Umum
Peluang investasi selanjutnya pada periode Pemilihan Umum 2024 Indonesia.
Secara historis, beberapa bulan menjelang pemilu dan selama proses pemilu, pasar saham domestik memiliki jejak kinerja yang cukup baik.
Otoritas Jasa keuangan (OJK) sendiri meyakini bahwa pemilihan umum 2024 mendatang dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja pasar modal dalam negeri.
Selain akibat meningkatnya anggaran belanja pemerintah, kesuksesan pemilu juga dapat mendorong aliran dana asing untuk masuk ke pasar saham dan juga tentunya mendorong foreign direct investment (FDI).
Beberapa sektor yang akan diunggulkan pada masa pemilu, diantaranya:
- Sektor Infrastruktur dan Konstruksi
Sektor infrastruktur dan konstruksi adalah salah satu sektor yang biasanya mendapatkan perhatian lebih selama tahun politik.
Sektor ini merupakan sektor yang memiliki alokasi belanja yang cukup tinggi sehingga berpotensi mendorong pertumbuhan emiten di sektor ini.
- Sektor Konsumsi
Sektor konsumsi termasuk ritel, berpotensi memanfaatkan peningkatan daya beli konsumen dan membukukan marjin yang lebih positif ditengah penyaluran dana kampanye pemilu 2024 hingga Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang positif.
Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2023 telah mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi yang meningkat.
- Sektor Keuangan (Perbankan)
Di tengah tingginya suku bunga acuan saat ini yang dapat meningkatkan marjin sektor perbankan, tahun politik juga berpotensi mendorong penyaluran kredit.
Hal ini dikarenakan pemilu memberikan momentum yang baik bagi pertumbuhan dunia usaha dan perekonomian nasional.
Bagi sektor jasa keuangan seperti perbankan, hal tersebut menjadi momentum dalam mendongkrak kinerjanya, terutama penyaluran kredit.
Sehingga pada kuartal akhir tahun 2023, obligasi dan beberapa sektor saham akan diuntungkan.
Anda dapat berinvestasi langsung pada obligasi atau Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Saham.
Atau untuk kemudahan, Anda dapat berinvestasi pada Reksa Dana Campuran dimana Manajer Investasi berinvestasi pada lebih dari satu kelas aset.
Di bawah ini merupakan daftar kinerja beberapa fund dari masing-masing kategori, dengan periode observasi 1 bulan (1M), 3 bulan (3M), 6 bulan (6M), dan sejak awal tahun (YTD) per 13 Oktober 2023.

Sumber: Bloomberg, data per 13 Oktober 2023
Reksa Dana tersebut merupakan beberapa pilihan yang berhasil mencatatkan kinerja yang baik selama beberapa bulan terakhir.
Namun, jangan lupa bahwa kinerja masa lalu tidak dapat dijadikan acuan untuk kinerja di masa yang akan datang – “the past does not define the future”.
Untuk informasi lebih lanjut terkait produk reksa dana, silahkan klik link berikut https://www.ocbcnisp.com/id/individu/wealth-management/reksa-dana atau dapat hubungi Relationship Manager Anda.