Individu

Culture Shock: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

23 Nov 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Gegar budaya atau culture shock adalah rasa cemas, tidak nyaman, dan bingung yang timbul karena perbedaan budaya yang begitu signifikan antara lingkungan lama dengan baru. Culture shock sendiri biasanya paling banyak terjadi pada mahasiswa internasional, namun pekerja ataupun wisatawan juga sebetulnya dapat mengalami kondisi ini.

Lantas, bagaimana cara mengatasi culture shock saat harus menetap atau liburan di luar negeri? Simak pembahasan selengkapnya dalam artikel berikut!

Apa itu Culture Shock?

Culture shock adalah pengalaman disorientasi pribadi yang dirasakan ketika seseorang berpindah ke lingkungan dengan budaya yang berbeda, seperti saat imigrasi atau kunjungan ke negara baru. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh antropologis Kalervo Oberg pada tahun 1960.

Dapat dipahami pula bahwa culture shock adalah reaksi emosional dan psikis yang timbul, biasanya ditandai dengan kecemasan, kebingungan, dan ketakutan yang dialami saat seseorang pindah ke lingkungan baru. Kondisi ini disebabkan oleh hilangnya lambang dan simbol sosial yang familiar, seperti cara berinteraksi sehari-hari.

Tahapan Culture Shock

Terdapat beberapa tahapan culture shock yang umumnya dialami oleh individu yang berpindah ke lingkungan budaya yang berbeda. Tahapan-tahapan tersebut dapat bervariasi tergantung pada individu dan situasi yang dihadapi. Namun, secara umum, tahapan culture shock adalah:

  • Tahap bulan madu (honeymoon phase): Tahap awal di mana seseorang merasa senang dan antusias dengan lingkungan baru.
  • Tahap krisis (crisis phase): Tahap di mana individu mulai merasakan kecemasan, kebingungan, dan ketakutan akibat perbedaan budaya yang signifikan.
  • Tahap penyesuaian (adjustment phase): Tahap di mana individu mulai beradaptasi dengan lingkungan baru dan mampu berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.
  • Tahap bi-budaya (bi-cultural phase): Tahap di mana individu mulai merasa nyaman dan mampu berfungsi dengan baik dalam lingkungan budaya baru.
  • Tahap integrasi (integration phase): Tahap di mana individu benar-benar terintegrasi dengan lingkungan budaya baru dan mampu berpartisipasi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari.

Penyebab Culture Shock

Penyebab culture shock beragam, mulai dari perbedaan budaya, seperti sosial, perilaku, adat istiadat, agama, pendidikan, norma dalam masyarakat, dan bahasa.

Selain itu, culture shock adalah kondisi yang juga dapat terjadi akibat faktor intrapersonal, seperti keterampilan komunikasi, pengalaman dalam seting lintas budaya, dan karakteristik fisik. Bahkan, mahasiswa internasional juga sering mengalami culture shock, terutama jika lingkungan kampus tidak sesuai harapan mereka.

Baca juga: Ingin Kuliah ke Luar Negeri, Apakah Harus Punya Privilege?

Contoh Culture Shock di Luar Negeri

Culture shock adalah kondisi yang dapat terjadi dalam berbagai situasi, seperti saat kuliah, bekerja, atau berlibur. Adapun beberapa contoh culture shock di luar negeri, antara lain yaitu:

  • Perbedaan cara menyapa orang lain.
  • Ketidaktahuan hukum yang berlaku di wilayah setempat.
  • Tidak cocok dengan makanan yang ada di wilayah tempat tinggal.
  • Terpaksa mengikuti tradisi setempat yang mungkin tidak disukai.
  • Perbedaan cara berpakaian.
  • Kebiasaan sehari-hari masyarakat setempat yang mungkin saja mengganggu.
  • Ketidaktahuan norma sosial atau peraturan tidak tertulis yang berlaku.
  • Kesulitan mengurus dokumen resmi.
  • Sulit mencari jalan atau rute menuju tempat tertentu.
  • Perbedaan standar kebersihan yang signifikan.
  • Sulit atau tidak bisa berbicara bahasa lokal wilayah setempat.
  • Kesulitan dalam mendapatkan teman baru.
  • Penyesuaian tubuh dengan iklim baru yang mungkin bisa menyebabkan sakit.
  • Tanpa sengaja melakukan suatu hal yang dianggap tabu masyarakat setempat.
  • Tingkat kedisiplinan yang berbeda dari negara asal.
  • Perbedaan perlakuan antara suatu gender di wilayah setempat.
  • Kesenjangan sosial di wilayah tempat tinggal.
  • Penyesuaian jam tidur karena adanya perbedaan zona waktu dengan lingkungan asal.

Cara Mengatasi Culture Shock

Apabila Sobat OCBC berencana untuk menetap atau berkunjung ke luar negeri, tentu ada baiknya untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi culture shock. Adapun beberapa hal yang bisa menjadi cara mengatasi culture shock adalah:

  • Menyadari dan mengakui perasaan tidak nyaman: Penting untuk mengakui bahwa perasaan tidak nyaman adalah hal yang wajar saat mengalami culture shock.
  • Membuka diri terhadap hal baru: Berpikiran terbuka dan menerima perbedaan budaya dapat membantu dalam proses adaptasi.
  • Terlibat langsung dengan budaya tersebut: Terlibat dalam kegiatan atau acara budaya lokal dapat membantu seseorang memahami dan merasakan lingkungan baru.
  • Bersosialisasi: Mencari teman baru dan terlibat dalam komunitas lokal dapat membantu seseorang merasa lebih nyaman dan terhubung dengan lingkungan barunya.
  • Menambah wawasan mengenai negara tujuan: Memperluas pengetahuan tentang negara tujuan, termasuk sejarah, budaya, dan kebiasaan lokal, dapat membantu dalam memahami lingkungan baru.
  • Menjadi anggota komunitas mahasiswa internasional: Bergabung dengan komunitas mahasiswa internasional dapat memberikan dukungan sosial dan bantuan dalam mengatasi culture shock.
  • Berpikiran terbuka: Membuka pikiran untuk mempelajari hal baru dan berdamai dengan keadaan baru dapat membantu meringankan beban mental saat menghadapi perbedaan budaya.

Itu dia penjelasan seputar apa itu culture shock, mulai dari pengertian, tahapan, penyebab, contoh, hingga cara mengatasinya. Dapat disimpulkan, culture shock adalah reaksi emosional dan psikis yang muncul ketika seseorang harus beradaptasi dengan lingkungan budaya yang berbeda, seperti di luar negeri.

Jadi, apabila berencana untuk menetap atau berlibur ke luar negeri, ada baiknya Sobat OCBC mempelajari bahasa dan budaya negara yang akan dituju untuk meminimalkan risiko culture shock.

Selain itu, Sobat OCBC juga bisa membuka rekening tabungan Valuta Asing mulai sekarang. Hal ini penting agar Sobat OCBC tidak terlalu terkejut dengan perbedaan kurs sehingga kendala saat bertransaksi di luar negeri dapat diminimalkan.

Dalam hal ini, OCBC menyediakan tabungan Valuta Asing, sebagai one stop solution untuk kebutuhan pengelolaan keuangan. Tak hanya itu, OCBC juga menawarkan kemudahan dan fleksibilitas dalam bertransaksi dan berinvestasi pada valuta asing.

Jadi, tak perlu ragu lagi. Yuk, buka rekening tabungan Valas di OCBC sebagai persiapan ke luar negeri sekarang juga!

Baca juga: Persiapan Kerja di Luar Negeri, Apa yang Harus Diperhatikan?

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB
Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC
OCBC mobile

OCBC mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama OCBC mobile yang baru.

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Gagal masuk sekolah impian, karena dana jadi halangan
  • Individu

Gagal masuk sekolah impian, karena dana jadi halangan

27 Mar 2026
Memanfaatkan Momentum Yield Obligasi Indonesia Sebagai Passive Income
  • Individu

Memanfaatkan Momentum Yield Obligasi Indonesia Sebagai Passive Income

26 Mar 2026
Kepercayaan Jadi Kunci: Ini Hubungan Sehat antara Bank & Nasabah
  • Individu

Kepercayaan Jadi Kunci: Ini Hubungan Sehat antara Bank & Nasabah

26 Mar 2026
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mempercayakan banyak hal penting kepada bank, diantaranya: menyimpan dana, menerima gaji, membayar tagihan, hingga merencanakan masa depan melalui tabungan atau investasi. Semua itu berjalan baik karena adanya satu hal mendasar, yaitu kepercayaan.
Cewek Green-Flag 2026:  Bukan Cuma Self Love Tapi Juga Self-Saving
  • Individu

Cewek Green-Flag 2026: Bukan Cuma Self Love Tapi Juga Self-Saving

13 Mar 2026
OCBC Fitness Index 2025 menunjukkan bahwa hanya 89% anak muda di Indonesia rutin menabung, turun 3% dari tahun sebelumnya di angka 92%

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!