Anti Ditolak, Berikut Tips agar Pengajuan KPR Disetujui Bank

18 Apr 2024

Beberapa tips berikut akan sangat berguna bagi kamu yang berencana mengajukan KPR. Dengan menerapkan tips ini, pengajuan KPR pasti akan disetujui bank.

Ada dua kemungkinan saat kamu mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke bank. Kemungkinan pertama, pengajuan disetujui dan kamu mendapat pembiayaan atas rumah impian.

Namun kemungkinan kedua, pengajuanmu ditolak oleh pihak bank dengan beberapa alasan yang melatarbelakanginya.

Untuk itu, kamu yang berencana mengajukan KPR perlu melakukan persiapan, termasuk melengkapi syarat dan dokumen yang dibutuhkan. Selain itu, beberapa tips berikut mungkin akan sangat membantu agar pengajuan KPR disetujui.

Baca juga: 7 Tips Renovasi Rumah Hemat Biaya dan Murah, Yuk Simak!

Alasan Bank Menolak Pengajuan KPR

Sebelum membahas tentang tips, kamu perlu mengetahui terlebih dulu beberapa alasan yang membuat pengajuan KPR ditolak pihak bank, sebagai berikut:

1. Dokumen Tidak Lengkap

Kelengkapan dokumen sangat penting dalam pengajuan pinjaman apapun ke bank, termasuk KPR. Kelengkapan dan keaslian dokumen menjadi syarat utama yang nggak bisa ditawar.

Jika ada dokumen yang kurang, kamu harus melengkapinya secepat mungkin karena ini bisa menjadi penyebab KPR ditolak. Pastikan semua dokumen persyaratan KPR yang dibutuhkan tersedia dan valid untuk mempercepat proses persetujuan KPR.

2. Tidak Lolos BI Checking

Dalam sistem perbankan, riwayat keuangan debitur termasuk histori pembayaran kredit masa lalu dapat diakses dan diperiksa. Riwayat kredit disebut dengan credit score.

Jika kamu pernah mengalami masalah dalam pembayaran kredit sebelumnya ini akan tercatat di BI Checking dan dapat mempengaruhi peluang untuk mendapatkan persetujuan kredit rumah atau KPR.

3. Melebihi Batas Usia Saat Selesai Tenor

Saat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kamu akan menemukan berbagai pilihan tenor atau jangka waktu pinjaman.

Beberapa bank menawarkan tenor maksimal hingga 20 tahun, tetapi ada juga yang menyediakan opsi hingga 30 tahun. Penting bagi kamu untuk mempertimbangkan pilihan tenor ini dengan hati-hati sebelum mengajukan KPR.

Hindari memilih tenor pinjaman yang melewati batas usia produktif, karena hal ini dapat meningkatkan risiko penolakan KPR oleh bank.

Sebagai contoh, jika kamu berusia 40 tahun dan mengajukan KPR dengan tenor 25 tahun, kemungkinan besar permohonan kamu akan ditolak. Hal ini dikarenakan tenor tersebut melewati usia pensiun.

4. Angsuran Melebihi Penghasilan

Membeli rumah dengan harga yang melebihi kemampuan finansial akan menyebabkan cicilan bulanan menjadi terlalu berat.

Kondisi ini sering kali membuat bank tidak mau menyetujui permohonan KPR. Bank cenderung menghindari risiko sehingga tidak menyetujui KPR jika angsurannya dianggap terlalu memberatkan bagi peminjam.

Baca juga: Asuransi Rumah Tinggal: Jenis, Biaya serta Manfaatnya

Tips KPR Disetujui

Mendapatkan persetujuan untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank dapat menjadi proses yang kompleks, tetapi ada beberapa langkah yang dapat membantu meningkatkan kemungkinan persetujuan. Berikut adalah enam tips untuk memperoleh persetujuan KPR dari bank.

1. Lengkapi Persyaratan Dokumen

Pengajuan KPR memerlukan berbagai dokumen, termasuk dokumen identitas seperti KTP, NPWP, dan dokumen pendukung lainnya seperti slip gaji terbaru, rekening tabungan, serta dokumen kepemilikan properti atau tanah yang akan dijaminkan.

Pastikan kamu telah mengumpulkan semua dokumen ini dengan teliti dan memeriksa kembali agar tidak ada yang terlewat. Dokumen yang lengkap dan akurat akan mempercepat proses persetujuan.

2. Penuhi Persyaratan

Bank akan mengevaluasi kemampuan untuk membayar cicilan KPR, sehingga menetapkan berbagai persyaratan, termasuk syarat penghasilan minimal bulanan.

Persiapkan semua bukti pendapatan seperti slip gaji, surat keterangan penghasilan, atau laporan keuangan jika kamu memiliki usaha sendiri.

Jika pendapatan tidak mencukupi, pertimbangkan untuk menambah pendapatan atau mencari cara lain untuk meningkatkan kemampuan untuk membayar cicilan KPR.

3. Perbaiki Catatan Kredit

Catatan kredit yang baik adalah faktor penting dalam persetujuan KPR. Pastikan kamu selalu membayar tagihan kartu kredit, cicilan pinjaman, atau tagihan lainnya tepat waktu dan hindari adanya tunggakan atau catatan kredit negatif lainnya.

Jika kamu memiliki catatan kredit yang kurang baik, upayakan untuk memperbaikinya sebelum mengajukan KPR dengan membayar semua tunggakan dan menyelesaikan masalah kredit lainnya.

Baca juga: Kredit Aksep: Pengertian, Jenis, Strategi dan Proses Kerja

4. Siapkan Uang Muka yang Cukup

Membayar uang muka yang cukup bisa menjadi bukti kepada bank bahwa kamu serius dalam mengajukan KPR dan memiliki kemampuan finansial yang baik.

Selain itu, uang muka yang lebih besar akan mengurangi jumlah pinjaman yang kamu butuhkan dan menurunkan risiko bagi bank.

Pertimbangkan untuk menabung lebih banyak atau menggunakan tabungan investasi untuk meningkatkan jumlah uang muka yang dapat kamu berikan.

5. Pilih Properti Sesuai Budget

Penting untuk memilih rumah yang sesuai dengan kemampuan finansial. Kamu harus memperhitungkan tidak hanya cicilan bulanan KPR, tetapi juga biaya lainnya seperti biaya listrik, air, perawatan rumah, dan lain sebagainya.

Pastikan cicilan bulanan KPR yang akan kamu bayar masih dalam batas kemampuan dan tidak akan memberatkan keuangan di masa mendatang.

6. Pilih Produk KPR Terbaik

Setiap bank memiliki produk KPR dengan masing-masing keunggulannya. Dalam hal ini, kamu perlu melakukan riset mandiri untuk menentukan mana produk KPR terbaik dan paling menguntungkan.

Faktor-faktor seperti bunga yang rendah, kemudahan dalam proses pengajuan, tenor panjang, hingga angsuran yang ringan bisa menjadi pertimbangan.

Berbicara tentang produk KPR yang menguntungkan, kamu bisa memilih salah satu produk KPR dari OCBC.

Di antara produk yang ditawarkan, kamu bisa memilih dengan produk KPR Easy Start dari OCBC.

Produk KPR ini menawarkan banyak keuntungan, mulai dari angsuran lebih rendah, cicilan bertahap setiap 1 atau 2 tahun, jangka waktu KPR hingga 25 tahun, dan bisa digunakan untuk rumah baru maupun bekas.

Syarat untuk mengajukan KPR Easy Start antara lain sebagai berikut:

  • WNI.
  • Karyawan dengan masa kerja minimum 2 tahun, berpenghasilan minimum Rp5 Juta dan maksimum Rp65 Juta.
  • Memiliki maksimum 1 fasilitas KPR yang telah berjalan lebih dari 3 tahun.
  • Agunan berupa rumah, apartemen, dan ruko baik yang akan dibeli dari Developer Rekanan OCBC maupun secondary.
  • Usia pada saat akad kredit minimum 21 tahun atau sudah menikah dan maksimum 45 tahun saat pengikatan kredit.
  • Plafond minimum Rp100 Juta dan maksimum Rp5 Miliar.
  • Jangka waktu pinjaman minimum 10 tahun dan maksimum 25 tahun untuk rumah atau apartemen dan maksimum 20 tahun untuk agunan lainnya.

Kamu bisa mengajukan KPR Easy Start dengan mudah hanya melalui ponsel dengan menggunakan aplikasi OCBC mobile!

Baca juga: 7 Perbedaan KPR Subsidi dan Nonsubsidi sebelum beli rumah


Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 17 Mei 2024

ST012 – Pilihan berharga untuk masa depan sejahtera, bersama lestarikan bumi kita

Baca

Investasi - 17 Mei 2024

Strategi Barbel untuk Portofolio Obligasi Anda

See All

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB
Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC
OCBC mobile
ONe Mobile

OCBC mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama OCBC mobile yang baru.

Download OCBC mobile