Inflasi adalah gejolak ekonomi yang ditandai dengan meningkatnya harga-harga barang dan jasa yang menjadi kebutuhan pokok umat manusia. Kondisi ini dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari ekonomi global, konflik dan perang, hingga kebijakan moneter suatu negara.
Banyak orang hanya memahami inflasi dan akibatnya pada kenaikan harga-harga barang. Padahal, dampak dari inflasi sangat luas, termasuk menggerus nilai investasi yang kamu miliki.
Dalam praktiknya, inflasi juga turut berdampak pada investasi. Beberapa instrumen investasi akan tergerus hasilnya ketika inflasi meningkat. Dalam memahami korelasi antara inflasi dan investasi, kamu perlu membedakan antara dua hal berikut:
- Tingkat bunga nominal, yaitu tingkat bunga tanpa adanya penyesuaian terhadap inflasi. kamu akan memperoleh tingkat bunga ini hanya jika inflasi nol.
- Tingkat bunga riil, yaitu tingkat bunga nominal dikurangi tingkat inflasi. Tingkat bunga ini memperhitungkan inflasi, yang menunjukkan keuntungan atau kerugian aktual ketika inflasi terjadi.
Untuk mendapat keuntungan, suku bunga nominal harus mengimbangi atau melampaui inflasi. Sehingga, jika suku bunga nominal yang kamu miliki lebih rendah dari tingkat inflasi, maka kamu akan merugi.
Sebagai contoh, kamu berinvestasi pada instrumen saham dengan return pada portofolio sebesar 5%. Jika inflasi pada saat itu sebesar 6%, maka return riil kamu akan negatif (-1%), yang artinya kamu mergi.
Baca juga: Cara Kerja Investasi dan Tips Untuk Memulainya Bagi Pemula
Investasi Menghadapi Inflasi
Lalu bagaimana jalan keluar untuk menghadapi inflasi agar investasi tetap untung? Caranya mudah, investasikan uang pada instrumen atau aset yang tahan terhadap inflasi, yang dikenal dengan sebutan aset safe haven.
Safe haven adalah investasi yang nilainya bisa bertahan, terutama ketika nilai instrumen investasi lain sedang jatuh atau turun. Dari pengertian ini, tidak heran jika aset safe haven menjadi pilihan investor ketika situasi ekonomi sedang tidak menentu dan inflasi meningkat.
Aset safe haven diharapkan bisa mempertahankan atau meningkatkan nilainya selama masa gejolak ekonomi dan pasar. Adapun ciri utama aset safe haven adalah memiliki stabilitas nilai dalam kondisi apapun.
Selain itu, sebuah aset investasi disebut sebagai safe haven jika memenuhi kualifikasi seperti nilainya stabil saat gejolak ekonomi, likuiditas tinggi, diterima luas oleh pasar, hingga tidak terpengaruh situasi geopolitik.
Berikut ini beberapa instrumen investasi atau aset yang bisa menghadapi inflasi.
1. Emas
Aset pertama yang tahan terhadap inflasi adalah emas, yang konsisten menyandang predikat sebagai aset safe haven terbaik. Meskipun di luar sana masih ada beberapa aset lain yang termasuk dalam kategori safe haven.
Dalam lanskap keuangan yang terus berubah, inflasi bisa secara diam-diam mengikis nilai uang. Sebaliknya, emas justru berperan sebagai pelindung yang kuat dalam melawan ancaman moneter ini.
Emas terbukti menjadi pelindung nilai terhadap inflasi karena dapat menjaga nilai riil aset ketika harga lainnya naik. Hal ini karena, emas memiliki nilai yang kokoh dan tidak seperti mata uang yang nilainya berkurang seiring pencetakan uang oleh bank sentral.
Sepanjang sejarah, emas berhasil melindungi investor dari dampak inflasi yang erosif.
Baca juga: Tabungan Valuta Asing (Valas), ini Pengertian & Manfaatnya!
2. Obligasi
Obligasi pemerintah adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah suatu negara. Aset ini dianggap aman karena pemerintah akan mengembalikan pokok investasi pada saat jatuh tempo.
Maka tak heran jika Obligasi Pemerintah menjadi favorit para investor untuk menginvestasikan uang mereka ketika perekonomian memasuki resesi.
3. Mata Uang Asing
Berikutnya, mata uang asing atau valuta asing (valas) juga dianggap sebagai safe haven, meski tidak semuanya.
Di pasar yang tidak stabil, investor dan pedagang mata uang mungkin mencoba mengubah kepemilikan uang tunai menjadi mata uang ini untuk perlindungan.
Salah satunya adalah Dolar Amerika Serikat (USD) yang dikenal memiliki ketahanan nilai yang kuat. Hal ini karena USD diterima secara luas di dunia yang didukung oleh dominasi global dan stabilitas ekonomi Amerika Serikat.
Selain itu ada Franc Swiss dianggap sebagai mata uang safe haven mengingat stabilitas pemerintah Swiss dan sistem keuangannya.
Swiss memiliki standar hidup yang tinggi, angka neraca perdagangan yang positif, dan hampir tidak ada pengangguran. Negara ini independen dari Uni Eropa sehingga membuatnya cenderung toleran terhadap hal-hal negatif politik dan ekonomi.
Baca juga: Perbandingan Investasi Saham vs Emas, Lebih Untung Mana?
Cara Mudah Investasi
Itulah beberapa instrumen atau aset investasi yang bisa menghadapi inflasi. Beruntungnya, sekarang investasi pada aset-aset tersebut bisa dilakukan dengan mudah melalui satu aplikasi saja.
Aplikasi itu adalah OCBC mobile. OCBC mobile adalah mobile banking dari OCBC yang akan memudahkan keperluan transaksi nasabah hanya melalui ponsel.
Selain transaksi harian, platform ini juga dilengkapi dengan fitur investasi yang lengkap. Kamu bisa investasi emas, obligasi, hingga valuta asing (valas) melalui aplikasi ini.
Di samping tiga aset tersebut, OCBC mobile juga bisa digunakan untuk investasi pada aset lain, reksa dana, SBN Retail, deposito, hingga tabungan berjangka.
Kamu nggak usah khawatir soal keamanan. Pasalnya, transaksi di OCBC mobile juga sudah dijamin keamanannya.
Setiap transaksi dilindungi Two-Factor Authentication (2FA) dengan penggunaan User ID, Password, serta PIN transaksi yang hanya diketahui oleh kamu sebagai pengguna.
Selain itu, OCBC juga mempunyai kanal pengaduan yang lengkap dan siap melayani keluhan sepanjang waktu, melalui:
- Tanya OCBC 1500-999 atau (021) - 26506300 (dari luar negeri)
- Facebook (at) OCBC
- Instagram (at) ocbc_indonesia
- Tiktok (at) ocbc_indonesia
- Email tanya@ocbc.id
- X (at) Tanya_OCBC
- X (at) OCBC_indonesia
- LinkedIn (at) OCBC Private Bank
- LinkedIn (at) OCBC Indonesia
Download aplikasi OCBC mobile dan mulai investasi emas digital sekarang juga!
Baca juga: Beli Rumah KPR atau Tanah Kavling, Mana yang Lebih Untung?