Obligasi dapat menjadi salah satu pilihan investasi bagi masyarakat yang menginginkan potensi pendapatan rutin sekaligus diversifikasi portofolio. Selain dibeli saat masa penawaran perdana, obligasi juga dapat diperdagangkan kembali melalui pasar sekunder.
Pasar sekunder adalah tempat investor membeli atau menjual obligasi yang telah diterbitkan sebelumnya. Artinya, investor tidak harus selalu menunggu penerbitan obligasi baru untuk mulai berinvestasi. Selama produk tersedia, obligasi pasar sekunder dapat ditransaksikan mengikuti harga pasar yang berlaku.
Bagaimana Cara Kerja Obligasi Pasar Sekunder?
Ketika membeli obligasi, investor pada dasarnya memberikan pinjaman kepada pihak penerbit, baik pemerintah maupun perusahaan. Sebagai imbalannya, investor berpotensi menerima pembayaran kupon secara berkala dan pengembalian nilai pokok saat obligasi jatuh tempo.
Berbeda dari pasar perdana yang memiliki periode penawaran tertentu, harga obligasi di pasar sekunder dapat berubah mengikuti kondisi pasar. Pergerakan harga tersebut dapat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, kondisi ekonomi, tenor, tingkat kupon, kualitas penerbit, serta jumlah permintaan dan penawaran.
Harga obligasi dinyatakan dalam persentase (%). Harga 100 berarti obligasi diperdagangkan sesuai nilai nominalnya. Harga di atas 100 disebut premium, sedangkan harga di bawah 100 disebut diskon.
Namun, investor sebaiknya tidak hanya melihat Harga Beli saja. Perhatikan juga Tingkat Kupon dan sisa Jatuh Tempo obligasi tersebut. Kombinasi dari Harga Beli, Kupon, dan Jatuh Tempo dari surat utang, akan membentuk Yield to Maturity atau YTM, yaitu estimasi tingkat imbal hasil apabila obligasi dimiliki hingga jatuh tempo.
Dari Mana Potensi Keuntungannya?
Potensi keuntungan obligasi pasar sekunder dapat berasal dari dua sumber.
Pertama, pembayaran kupon secara berkala sesuai dengan ketentuan masing-masing produk. Kupon dapat membantu investor memperoleh arus pendapatan yang relatif terjadwal.
Kedua, potensi capital gain apabila obligasi dijual kembali pada harga yang lebih tinggi dibandingkan harga pembelian. Namun, apabila dijual pada harga yang lebih rendah, investor dapat mengalami capital loss.
Investor yang memegang obligasi hingga jatuh tempo umumnya tidak perlu terlalu berfokus pada perubahan harga harian, selama penerbit tetap dapat memenuhi kewajibannya. Sebaliknya, investor yang berencana menjual sebelum jatuh tempo perlu mempertimbangkan risiko fluktuasi harga.
Obligasi Pasar Sekunder Cocok untuk Siapa?
Obligasi pasar sekunder dapat dipertimbangkan oleh beberapa tipe investor.
Pertama, investor yang menginginkan potensi pendapatan berkala dari pembayaran kupon. Produk ini dapat digunakan sebagai tambahan sumber arus kas untuk tujuan keuangan jangka menengah maupun panjang.
Kedua, investor yang ingin mendiversifikasi portofolio. Obligasi dapat menjadi sumber tambahan bagi investor yang sudah memiliki tabungan, deposito, reksa dana, atau saham.
Ketiga, investor dengan horizon investasi menengah hingga panjang dan memiliki dana yang tidak akan digunakan dalam waktu dekat. Hal ini penting karena harga obligasi dapat berfluktuasi apabila dijual sebelum jatuh tempo.
Keempat, investor yang ingin memilih produk dengan lebih fleksibel. Di pasar sekunder, tersedia berbagai seri obligasi dengan pilihan penerbit, tenor, mata uang, kupon, dan tingkat imbal hasil yang berbeda.
Namun, obligasi bukan produk bebas risiko. Investor tetap perlu memahami risiko perubahan harga, capital loss, likuiditas, risiko gagal bayar penerbit, serta risiko nilai tukar untuk obligasi dalam mata uang asing.
Cara Transaksi di OCBC mobile
Pembelian obligasi pasar sekunder dapat dilakukan secara praktis melalui OCBC mobile. Secara umum, langkah transaksinya sebagai berikut:
Login ke aplikasi OCBC mobile.
Pilih menu Investasi.
Pilih Obligasi Pasar Sekunder. Lihat daftar obligasi yang tersedia (obligasi pemerintah dan obligasi korporasi).
Pilih seri obligasi sesuai profil risiko dan tujuan investasi, dan pelajari informasi harga, kupon, YTM, jatuh tempo, dan ketentuan produk.
Masukkan nominal pembelian.
Periksa kembali ringkasan transaksi.
Setujui syarat dan ketentuan, lalu konfirmasi transaksi.
Nasabah yang belum memiliki Single Investor Identification atau SID dan rekening surat berharga mungkin perlu melakukan pembukaan terlebih dahulu. Tampilan menu, minimum transaksi, serta ketersediaan produk dapat berubah mengikuti ketentuan yang berlaku.
Pahami Sebelum Membeli
Obligasi pasar sekunder dapat menjadi alternatif investasi bagi investor yang menginginkan potensi pendapatan berkala dan pilihan produk yang lebih beragam. Namun, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kupon yang tinggi.
Perhatikan harga beli, YTM, tenor, kualitas penerbit, kebutuhan likuiditas, serta kemampuan mempertahankan investasi hingga jatuh tempo.
Temukan berbagai pilihan obligasi pasar sekunder dan lakukan transaksi dengan lebih mudah melalui OCBC mobile.