Individu

Perbedaan antara Tenor dan Durasi

5 Mar 2021 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Pada artikel sebelumnya jika kita telah mengupas tuntas apa yang dimaksud dengan yield dan kupon, maka kali ini kita akan mendalami perbedaan antara Tenor dan Durasi suatu obligasi atau reksadana pendapatan tetap. Kedua faktor ini juga merupakan indikator obligasi yang cukup penting, karena akan dapat memberikan investor suatu indikasi atas risiko maupun potensi yang berkaitan dengan obligasi tersebut.

Tenor merupakan jangka waktu hingga jatuh tempo suatu obigasi. Obligasi SR14 yang akan mulai ditawarkan oleh pemerintah di akhir bulan Februari, memiliki tenor 3 tahun. Maka dari itu, SR14 akan jatuh tempo dalam tiga tahun dari sejak obligasi tersebut diterbitkan oleh pemerintah. Semakin panjang tenor suatu obligasi, maka akan semakin tinggi juga risiko akibat ketidakpastian yang lebih besar di masa depan. Oleh karena itu, investor yang konservatif relatif lebih sesuai untuk berinvestasi pada obligasi dengan tenor pendek (dibawah 10 tahun).

Sementara untuk durasi suatu obligasi ataupun reksadana pendapatan tetap, digunakan untuk mengukur tingkat sensitivitas harga obligasi terhadap pergerakan suku bunga acuan bank sentral. Durasi memperhitungkan kupon, harga, imbal hasil serta jangka waktu obligasi. Semakin besar durasi suatu seri obligasi, maka baik tingkat risiko maupun potensi kenaikannya akan semakin meningkat, dan sebaliknya.

Cara menghitung durasi adalah dengan menghitung rata-rata tertimbang sisa keseluruhan aliran kas obligasi, berdasarkan konsep nilai sekarang atau present value. Formula untuk menghitung durasi berdasarkan konsep Macaulay Duration adalah:

Walaupun terlihat rumit, namun saat ini terdapat banyak aplikasi ataupun kalkulator online yang dapat membantu menghitung durasi, termasuk formula di excel spreadsheet. Bagaimana durasi dapat menggambarkan sensitivitas harga obligasi, dapat digambarkan dengan ilustrasi berikut ini:

Obligasi seri XYZ memiliki tenor 10 tahun, dan durasi 6 tahun. Hal berikut yang berpotensi terjadi:

  1. Jika suku bunga acuan bank sentral mengalami kenaikan 1%, maka harga obligasi XYZ berpotensi mengalami penurunan atau koreksi sebesar 1% x 6 tahun = -6%.
  2. Sebaliknya, jika suku bunga acuan bank sentral mengalami penurunan sebesar 1%, maka harga obligasi XYZ berpotensi mengalami kenaikan 1% x 6 tahun = 6%

Selain suku bunga acuan, tentunya terdapat beberapa hal lain yang dapat mempengaruhi pergerakan harga obligasi, walaupun tidak secara langsung. Faktor-faktor seperti ekspektasi laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, arah kebijakan fiskal dan moneter, faktor supply and demand serta pergerakan nilai tukar dapat mempengaruhi harga obligasi hingga minat investor. Sehingga, tidak ada salahnya kita mempertimbangkan faktor-faktor tersebut.

Nah, sekarang kalau kamu sudah mengerti perbedaan antara tenor dan durasi, pastikan kamu menyesuaikan jenis obligasi dengan profil risiko kamu. Selamat berinvestasi!

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Obligasi

Obligasi

Alternatif investasi untuk diversifikasi portfolio dengan memperoleh kupon/tingkat suku bunga tetap

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Punya Rumah Idaman Bukan Cuma Mimpi, Dapatkan Sekarang!
  • Individu

Punya Rumah Idaman Bukan Cuma Mimpi, Dapatkan Sekarang!

12 Jun 2026
Para generasi Milenial dan Gen Z yang sekarang sedang merintis karir sering kali dipusingkan oleh himpitan beban keuangan atau disebut juga “sandwich generation”.
Bangun Financial Wellness dengan Pengalaman Berinvestasi yang Lebih Praktis
  • Individu

Bangun Financial Wellness dengan Pengalaman Berinvestasi yang Lebih Praktis

11 Jun 2026
Berinvestasi telah menjadi bagian penting dalam mengelola keuangan di masa kini. Semakin banyak orang menyadari bahwa mengelola keuangan tidak cukup hanya dengan menabung, tetapi juga perlu mempersiapkan masa depan melalui investasi yang terencana.
Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap ditengah Ketidakpastian Ekonomi
  • Individu
  • Wealth Insight

Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap ditengah Ketidakpastian Ekonomi

11 Jun 2026
Dalam melakukan investasi, tentunya ada berbagai macam jenis instrumen yang dapat dijadikan referensi. Salah satunya adalah reksa dana pendalatan tetap, yang memiliki underlying investasi pada surat hutang atau obligasi, baik itu obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi.
Dari Transaksi hingga Investasi, Kelola Keuangan Lebih Praktis dalam Satu Aplikasi
  • Individu

Dari Transaksi hingga Investasi, Kelola Keuangan Lebih Praktis dalam Satu Aplikasi

11 Jun 2026
Di tengah gaya hidup yang semakin dinamis, kebutuhan finansial pun menjadi semakin beragam. Mulai dari transaksi sehari-hari, pembayaran tagihan, menabung, hingga investasi, semuanya menjadi bagian dari aktivitas yang perlu dikelola dengan baik.

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!