Individu

Apa Perbedaan Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito?

4 Mar 2026 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Ada begitu banyak produk simpanan bank yang menawarkan keuntungan besar. Contohnya adalah deposito berjangka dan sertifikat deposito. Namun pernahkah kamu mempelajari perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito?

Meskipun sama-sama deposito, ada perbedaan signifikan antara deposito berjangka dan sertifikat deposito yang perlu kamu ketahui. Perbedaan terletak pada status kepemilikan deposito, perhitungan suku bunga, dan juga kegunaannya.

Agar tidak bingung, yuk kenali pengertian masing-masing produk simpanan tersebut terlebih dulu!

Pengertian Deposito Berjangka

Deposito berjangka adalah salah satu jenis deposito di mana nasabah hanya dapat melakukan pencairan dana tabungan pada jangka waktu tertentu. Penerbitan deposito ini dapat dilakukan atas nama individu maupun lembaga.

Bank akan membayarkan bunga ke tabungan deposito kita. Tingkat bunga yang ditawarkan oleh bank tentu lebih tinggi daripada tabungan biasa. Sayangnya, pengambilan dana tidak bisa dilakukan setiap saat.

Simpanan dana dalam deposito dapat diambil saat tiba jatuh tempo oleh pihak yang tertera pada bilyet deposito. Bilyet deposito adalah bukti kepemilikan simpanan deposito ini.

Baca Juga: Mengenal Bilyet Deposito & Bedanya dengan Sertifikat Deposito

Pengertian Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito adalah tabungan berbentuk deposito dengan bukti penyimpanan berupa sertifikat yang dapat dipindahtangankan. Produk keuangan ini dapat digolongkan pada instrumen utang yang dikeluarkan oleh lembaga keuangan kepada investor.

Dalam sertifikat tidak tertera nama pemilik atau badan hukum tertentu. Hal ini disebut sebagai atas tunjuk. Dengan demikian, pihak siapapun yang memegang sertifikat ini dapat mencairkan dananya.

Sehingga perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito yang utama terletak pada pihak yang melakukan pencairan dana. Selain itu, masih ada perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito yang belum banyak diketahui. Simak penjelasan berikut.

3 Perbedaan Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito

Terdapat 3 perbedaan utama antara deposito berjangka dan sertifikat deposito yang wajib calon nasabah ketahui. Apa saja itu? Ini dia daftarnya.

  1. Status Kepemilikan

    Pertama, perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito terletak pada status kepemilikan. Pada deposito berjangka, bukti kepemilikan berupa slip yang memuat besaran tabungan dan waktu jatuh tempo disebut bilyet deposito.

    Bilyet deposito akan digunakan dalam proses pencairan dana. Karena slip dan sertifikat memiliki kemiripan, banyak orang menganggap bahwa bukti kepemilikan deposito disebut juga sebagai sertifikat deposito.

    Padahal sertifikat dan bilyet deposito adalah dua hal yang berbeda. Pada sertifikat deposito tidak terdapat status kepemilikan. Aset dari simpanan ini dapat diperjualbelikan, dipindahtangankan, dan dijadikan agunan pinjaman.

    Sementara status kepemilikan deposito berjangka bersifat tetap dan tidak dapat dipindahtangankan dengan mudah. Status kepemilikannya hanya dapat dilakukan jika pihak yang tercantum dalam bilyet deposito mengubahnya atau memberi surat kuasa.

    Selain itu waktu perpindahan status kepemilikan deposito berjangka hanya dapat dilakukan saat waktu jatuh tempo tiba.

  2. Perhitungan Suku Bunga

    Perhitungan suku bunga menjadi perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito. Perhitungan dan pembayaran bunga pada deposito berjangka diberikan saat waktu jatuh tempo tiba sesuai kesepakatan di awal.

    Tetapi kamu sebagai nasabah dapat menentukan besaran bunga yang didapatkan akan dicairkan saat pokok deposito diberikan atau pencairan bunga saja. Sedangkan deposito pokok dana akan diperpanjang secara otomatis.

    Selain itu, perpanjangan masa deposito juga dapat dilakukan bersamaan memperpanjang pengambilan bunga yang telah didapatkan. Tentu hal ini merupakan keuntungan yang lebih besar bagi nasabah.

    Berbeda dengan sertifikat deposito, perhitungan dan pembayaran bunga diberikan sejak awal pembukaan simpanan. Sehingga dari awal kamu telah mengetahui besaran total nilai uang yang akan diperoleh nantinya.

    Pembayaran bunga dilakukan secara diskonto. Diskonto yaitu perhitungan bunga didasarkan pada selisih nominal akhir dengan nilai tunai yang harus dibayar nasabah.

    Pembayaran bunga dilakukan secara diskonto. Diskonto yaitu perhitungan bunga didasarkan pada selisih nominal akhir dengan nilai tunai yang harus dibayar nasabah.

    Oleh karena itu, pencairan dana harus sesuai dengan waktu jatuh tempo yang telah ditetapkan. Pengambilan dana sebelum waktu jatuh tempo akan dianggap sebagai tindakan menjual simpanan ini ke lembaga yang menerbitkannya.

  3. Cakupan Kegunaan
  4. Segi kegunaan dalam instrumen investasi merupakan perbedaan deposito berjangka dan sertifikat berjangka. Tiap instrumen keuangan seperti sertifikat dan deposito memiliki karakter, potensi keuntungan dan risiko yang berbeda.

Apabila terjadi hal tak terduga pada bank sebagai tempat menyimpan deposito, biaya deposito kamu tetap aman sebab pihak LPS akan mengganti sepenuhnya dengan maksimal dana Rp 2 miliar.

Sayangnya saat suku bunga Bank Indonesia menurun, bunga deposito tentu akan ikut menurun. Resiko terbesarnya bunga deposito tergerus inflasi.

Perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito selanjutnya terletak pada segi kegunaannya. Di mana sertifikat deposito tanpa adanya status kepemilikan membuatnya lebih mudah dipindahtangankan.

Sehingga sertifikat deposito cocok sebagai bentuk investasi, hadiah, hingga warisan. Sebagai investor, deposito jenis ini tergolong lebih likuid. Walau memiliki tenor pencairan seperti deposito jenis berjangka, namun waktu penjualan di pasar modal tidak terikat.

Kelebihan Deposito Berjangka

Untuk lebih memahami perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito, mari membandingkannya dengan melihat kelebihan dan kekurangan pada masing-masing produk keuangan ini di bawah ini.

Berikut merupakan kelebihan dari simpanan deposito dalam jangka waktu tertentu,

  1. Sebagai Sarana Investasi yang Tepat

    Walaupun tersedia instrumen investasi lain yang memiliki potensi laba lebih tinggi, namun deposito ini juga dapat dijadikan instrumen investasi.

    Karena jika melihat hukum investasi high risk high return, jenis deposito ini memiliki risiko yang terbilang paling rendah. Instrumen investasi pada obligasi, saham, dan reksadana memiliki resiko berkurangnya nilai pokok.

    Nilai pokok dalam deposito dijamin akan terjaga. Sebab simpanan yang terjamin oleh pihak bank membuat produk keuangan ini cocok dijadikan investasi jangka pendek.

  2. Suku Bunga Lebih Tinggi

    Produk keuangan deposito jeni ini memiliki level bunga yang lebih tinggi dibandingkan produk simpanan lainnya. Sehingga hal ini merupakan suatu keuntungan tersendiri bagi nasabah.

  3. Resiko Kerugian Minim
  4. Lembaga penjamin simpanan (LPS) menjamin simpanan deposito ini dengan nilai penjaminan sejumlah Rp 2 miliar saat mencapai suku bunga pada 3,5 persen untuk Bank biasa dan 6 persen untuk Bank Perekonomian Rakyat (BPR).

    Selain mendapatkan perlindungan dari LPS, deposito jenis ini akan terjaga dari risiko fluktuasi pasar.

Kekurangan Deposito Berjangka

Sedangkan ada beberapa kekurangan dari instrumen ini, diantaranya:

  1. Profit Cenderung Rendah

    Sebagai salah satu instrumen investasi, jika dibandingkan produk investasi lainnya, keuntungan dari deposito jenis ini cenderung lebih rendah. Walaupun jika dibandingkan dengan jenis deposito lain, jenis deposito ini memiliki bunga paling tinggi.

  2. Bunga Berpotensi Tergerus Inflasi

    Selain itu, kekurangan deposito ini akan rugi jika adanya inflasi. Simpanan dengan tingkat bunga yang tinggi akan tidak ada artinya jika tergerus oleh inflasi yang tinggi.

  3. Potongan Pajak Sangat Tinggi
  4. Kekurangan yang terakhir terletak pada potongan pajak yang sangat tinggi. Apalagi potongan pajak pada nilai pokok investasi yang melebihi 7.5 juta rupiah cenderung besar. Besaran pajak dapat mencapai 20% dari total simpanan.

Kelebihan Sertifikat Deposito

Disamping produk keuangan ini menguntungkan, terdapat beberapa kelebihan lain diantaranya:

  1. Mudah Dipindahtangankan
  2. Kelebihan pertama dapat dipindahtangankan dengan mudah. Karena tidak tercantum status kepemilikan dalam sertifikat, membuat siapa saja yang memegang produk simpanan ini dapat mencairkan dana, tanpa perlu repot mengurus ke bank.

  3. Mudah Diperjualbelikan
  4. Produk keuangan ini dapat diperjualbelikan secara bebas. Sebab tanpa status kepemilikan mengakibatkan simpanan ini mudah dijual tanpa rumit untuk mengurusnya. Apalagi bunga dibayarkan di awal, sehingga nasabah leluasa untuk melakukan investasi di pasar modal lainnya.

  5. Rentan Pencurian
  6. Tanpa status kepemilikan membuat proses pindah tangan produk keuangan ini mudah. Hal ini mengakibatkan sertifikat rentan hilang atau dicuri. Karena apabila jatuh ke tangan orang yang salah, maka produk simpanan ini dapat dengan mudah dicairkan.

    Sehingga kamu harus ekstra hati-hati dalam menyimpannya. Apabila tak ingin menyimpan sendiri, kamu dapat menitipkan di kotak deposit bank dengan membayar biaya sewa penitipan.

Demikian informasi tentang perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito. Dengan mengetahui perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito, mungkin sekarang kamu dapat menentukan produk simpanan mana yang lebih sesuai dengan tujuan dan kondisi keuangan saat ini.

Jika kamu memilih sertifikat deposito, jangan lupa untuk menyimpannya dengan baik dan aman. Karena, instrumen tersebut tidak mencantumkan nama pemiliknya. Sehingga, siapa saja yang memegang sertifikat berikut bisa secara otomatis menjadi pemilik sekaligus mencairkan dana di dalamnya.

Buat kamu yang ingin mulai mengembangkan dana dengan cara yang aman dan praktis, Deposito bisa menjadi pilihan cerdas. Produk ini menawarkan fleksibilitas tinggi dengan pilihan tenor yang beragam, mulai dari 1, 3, 6, hingga 12 bulan.

Karena itu, kamu dapat menyesuaikan investasi dengan rencana keuangan jangka pendek maupun menengah. Menariknya lagi, seluruh proses pembukaan dan pengelolaan deposito dapat dilakukan secara instan melalui aplikasi OCBC mobile.

Hal itu memberi kamu kendali penuh atas aset tanpa perlu repot datang ke kantor cabang. Jadi, daripada membiarkan dana menganggur di tabungan biasa, optimalkan pertumbuhan uang kamu secara aman bersama OCBC sekarang juga!

Baca Juga: Cara Kerja Deposito Berdasarkan Jenisnya, Simak Baik-baik!

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Deposito

Deposito

Kelola keuangan bisnis jadi lebih cepat dan mudah

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

5 Alasan Kenapa Jangan Cairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo
  • Individu

5 Alasan Kenapa Jangan Cairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo

29 Jul 2026
Jangan buru-buru cairkan deposito sebelum jatuh tempo. Simak alasan dan risikonya agar keuntungan investasi tetap maksimal.
5 Alasan Kenapa Deposito Valas Jadi Pilihan yang Pas
  • Individu

5 Alasan Kenapa Deposito Valas Jadi Pilihan yang Pas

29 Jul 2026
Deposito valas bisa jadi pilihan menarik untuk diversifikasi aset. Simak alasan kenapa instrumen ini cocok di tengah kondisi ekono
Money Lock: Cara Aman Melindungi Dana dari Risiko
  • Individu

Money Lock: Cara Aman Melindungi Dana dari Risiko

27 Jul 2026

Money Lock jadi fitur untuk mengamankan dana dari risiko penyalahgunaan. Keamanan dana menjadi salah satu hal yang semakin diperhatikan, terutama di era digital saat ini. Risiko seperti penipuan membuat banyak orang mulai mencari cara untuk melindungi uang mereka dengan lebih optimal.

Kode Bank OCBC Terbaru untuk Transfer Antar Bank 2026
  • Individu

Kode Bank OCBC Terbaru untuk Transfer Antar Bank 2026

27 Jul 2026
Cari kode bank OCBC terbaru untuk transfer antar bank di 2026? Simak kode lengkap dan cara penggunaannya agar transaksi berjalan lancar.

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!