Obligasi adalah satu satu jenis investasi dalam bentuk surat utang yang dapat diperjualbelikan. Secara berkala, pemilik surat hutang akan mendapat imbal hasil berupa kupon.
Besar kuponnya pun bermacam-macam. Bahkan kabarnya kupon obligasi memiliki nominal yang lebih besar apabila dibandingkan dengan bunga deposito. Benarkah begitu? Yuk cek faktanya di bawah.
Apa Itu Obligasi?
Pada dasarnya, pengertian obligasi adalah suatu surat berharga berupa pengakuan atau pernyataan utang yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit, baik perusahaan swasta maupun pemerintah.
Perusahaan penerbit atau pemerintah merupakan pihak yang berhutang; sedangkan masyarakat berperan sebagai pemegang obligasi atau pihak yang berpiutang. Lalu, surat berharga yang diterbitkan tersebut, dapat diperjual-belikan ke pihak lain.
Surat pernyataan utang (obligasi) yang diperjual-belikan tersebut berisi perjanjian bahwa perusahaan penerbit akan melunasi utang serta bunga pada tanggal jatuh tempo. Waktu jatuh tempo obligasi biasanya berkisar 1 sampai 40 tahun.
Secara umum, pemerintah/ perusahaan menerbitkan obligasi untuk mendapatkan modal/dana segar dari masyarakat. untuk kebutuhan ekspansi atau likuiditas.
Baca Juga: Obligasi Pemerintah: Pengertian, Jenis, Risiko & Keuntungan
4 Karakteristik Obligasi
Sebagai instrumen investasi, terdapat 4 karakteristik obligasi yang perlu kamu ketahui agar dapat membedakannya dengan instrumen lain. Apa saja itu? Berikut penjelasannya.
1. Nilai Obligasi
Nilai obligasi atau yang biasanya disebut jumlah emisi obligasi adalah informasi perihal jumlah dana yang diperlukan sebagai pendasaran mendapatkan utang dari investor.
Besaran nominal yang dikeluarkan harus ditentukan oleh aliran arus kas perusahaan, kinerja perusahaan, dan tujuan bisnis agar investasi obligasi bergerak sesuai fakta.
Misalkan, perusahaan A memiliki proyek membuat pabrik baru dengan biaya Rp 1 miliar. Dari nominal Rp 1 miliar tersebut, perusahaan A bisa meminta bantuan modal dari masyarakat dengan menerbitkan surat utang.
Nah, saat perjanjian berlangsung dengan calon investor, perusahaan A akan menjelaskan tujuan kerja, arus kas, serta kinerja bisnis agar investor memahami dan menanamkan modalnya ke perusahaan tersebut.
2. Kurun Waktu Obligasi
Obligasi adalah instrumen investasi yang memiliki rentang waktu mulai dari 1 tahun hingga 40 tahun. Namun, secara umum jatuh tempo surat obligasi adalah 5 tahun. Para investor yang cenderung tertarik dengan investasi beresiko rendah, akan lebih memilih surat utang jangka pendek .
3. Coupon Rate dan Principal Rate
Principal rate adalah jumlah hutang atau nominal dana yang perlu dibayarkan oleh penerbit surat utang pada pemegang obligasi saat masa jatuh tempo. Principal rate juga berkaitan dengan redemption value atau nilai penebusan, maturity value, par value atau face value. Sementara itu, coupon rate adalah tingkatan bunga (kupon) yang harus dilunasi penerbit obligasi pada pemegang obligasi per tahun.
Penerbit obligasi berkewajiban membayarkan kupon sesuai dengan skema yang sudah disetujui. Biasanya, bisa per bulan, per tiga bulan, per empat bulan, per enam bulan atau per tahun.
Jenis-jenis Obligasi
Instrumen investasi ini memiliki berbagai macam pilihan. Jenis-jenis obligasi terbagi berdasarkan beberapa kategori, yaitu berdasarkan nominalnya, berdasarkan penerbitnya, sistem pembayaran bunga obligasi, serta berdasarkan imbal hasil yang didapatkan. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan berikut ini.
1. Berdasarkan Penerbit Obligasi
Jenis obligasi dapat dibagi berdasarkan penerbitnya, yaitu:
- Corporate bonds
Surat obligasi jenis ini diterbitkan oleh perusahaan sBUMN atau perusahaan swasta
- Government bonds
Surat obligasi ini diterbitkan oleh pemerintah. Contoh obligasi berikut ada 5, yaitu Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel, Saving Bond Ritel, Sukuk Tabungan, dan Fixed Rate (FR)
- Sovereign bonds
Surat obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah untuk konteks internasional. Contohnya adalah INDON dan INDOIS.
2. Berdasarkan Sistem Pembayaran Bunga Obligasi
Contoh surat obligasi berdasarkan pembayaran bunga dibagi menjadi empat, yaitu:
- Zero coupon bond
Zero coupon bond adalah ragam surat utang tanpa nilai kupon, sehingga tidak ada yang dibayarkan secara berkala. Secara umum, investor yang berinvestasi pada jenis ini akan mendapat keuntungan dari selisih harga jual diskonto serta harga awal surat saat jual-beli.
Tenornya pun berbeda-beda, yaitu mulai dari 1 hingga 10 tahun. Jadi, kamu yang menentukan dan menyepakati dengan penerbit.Obligasi kupon - Obligasi Kupon
Pemegang obligasi kupon akan menerima kupon/bunga secara berkala tanggal jatuh tempo obligasi.Obligasi Fixed Coupon atau Kupon Tetap
Pemegang obligasi kupon tetap akan mendapatkan bunga/kupon secara berkala dan jumlahnya tetap hingga tanggal jatuh tempo obligasi.
- Obligasi Floating Coupon atau Kupon Mengambang
Pada obligasi jenis ini, pemegang obligasi mendapatkan bunga/kupon dengan jumlah yang berubah-ubah dari waktu ke waktu.
Pada saat pembayaran kupon pertama, kupon/bunga tersebut merupakan batas minimal untuk kupon-kupon selanjutnya hingga jatuh tempo.
3. Berdasarkan Imbal Hasil yang Didapatkan
Jika berdasarkan penilaian obligasi/hasil keuntungan yang didapatkan pemegang obligasi, jenisnya terbagi menjadi dua, yaitu:
- Konvensional
- Syariah
Jenis obligasi tersebut menggunakan sistem bunga/kupon yang dibayarkan secara berkala hingga jatuh tempo.
Obligasi syariah (sukuk)
Jika kamu memilih berinvestasi pada obligasi syariah, kamu akan menggunakan sistem bagi hasil/nisbah untuk mendapatkan keuntungan. Setiap pengelolaan dana menerapkan prinsip Syariah Islam, sehingga tidak terdapat unsur riba. Pembayaran nisbah tetap dilakukan oleh perusahaan secara berkala hingga jatuh tempo.
Bunga Obligasi
Bunga obligasi biasanya disebut sebagai kupon. Kupon setiap obligasi bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis obligasi yang sobat OCBC pilih, penerbitnya, serta kesepakatan antara pemegang surat dan penerbit surat. Umumnya besarnya kupon obligasi berkisar 5-10%.
Risiko Obligasi
Risiko obligasi adalah tidak bisa mendapatkan keuntungan sesuai perjanjian awal, sehingga menyebabkan kehilangan nilai dana yang telah diinvestasikan. Tapi, risiko tersebut umumnya hanya terdapat pada jenis-jenis obligasi yang tidak dilindungi Undang-Undang.
Di samping itu, instrumen investasi ini juga lebih mudah terpengaruh terhadap perubahan ekonomi, kondisi politik suatu negara, serta suku bunga yang diterapkan.
Pihak investor juga bisa mengalami kerugian apabila menjual surat utang dalam pasar sekunder sebelum jatuh tempo, sebab harganya berpotensi lebih rendah dibanding harga belinya.
4 Tips agar Meraih Keuntungan Obligasi
Sudah tertarik berinvestasi pada instrumen ini? Surat utang obligasi adalah instrumen investasi yang bisa didapatkan di mana saja. Baik itu dari pemerintah maupun perusahaan swasta. Jika sudah tertarik, mungkin sobat OCBC bisa menerapkan 4 tips agar memaksimalkan keuntungan kamu:
- Pastikan kamu berinvestasi pada waktu yang tepat
- Aturlah waktu berinvestasi kamu. Jual surat utang yang sobat OCBC miliki apabila terdapat potensi keuntungan. Jika belum bisa menjualnya di pasar obligasi, kamu tetap bisa menyimpan surat tersebut dan mendapatkan keuntungan lewat kupon.Perhatikan suku bunga yang ditetapkan
- Sesuai dengan jenis-jenis yang dijelaskan, kamu perlu memperhatikan suku bunga/kupon yang ditetapkan pada surat utang. Perlu diingat bahwa harga obligasi berbanding terbalik dengan nilai kupon dan imbal hasil.
Saat nilai kupon naik, maka harga obligasi turun. Demikian pula sebaliknya. Jangan sampai salah menghitung ya, sobat OCBC!Pilih penerbit yang kredibel dan terpercaya - Pastikan kamu telah melakukan riset terhadap penerbit surat utang yang hendak dipilih. Surat utang dari pemerintah umumnya lebih aman karena dipayungi oleh Undang-Undang. Imbal hasilnya juga tinggi dengan nilai kupon yang bersaing.Manfaatkan metode investasi secara online
Cara Mudah Beli Obligasi Pemerintah
Salah satu jenis obligasi yang saat ini sangat diminati masyarakat adalah obligasi pemerintah. Lalu, bagaimana sih cara beli obligasi khususnya obligasi pemerintah secara praktis dan aman? Berikut langkah-langkah yang dapat kamu ikut:
1. Pilih Jenis Obligasi
Sebelum membeli, pastikan kamu sudah mengetahui untuk apa kamu berinvestasi. Apakah untuk dana pensiun, pendidikan anak atau hanya ingin menyimpan uang dengan aman? Menentukan tujuan akan membantu kamu memilih jenis obligasi yang tepat.
2. Pilih Mitra Distribusi Resmi
Pemerintah bekerja sama dengan berbagai mitra distribusi untuk menjual obligasi ritel seperti bank, sekuritas dan platform fintech. Pastikan kamu memilih mitra resmi yang terdaftar di Kementerian Keuangan agar transaksi aman.
Cek daftar mitra ini di situs resmi DJPPR (Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko). Salah satu bank yang dapat kamu pilih adalah OCBC.
Pembelian obligasi pemerintah di OCBC sangat mudah karena bisa kamu lakukan melalui aplikasi OCBC mobile yang sudah terintegrasi dengan sistem Kemenkeu.
Pemesanan bisa dilakukan dengan membuat Single Investor Identification (SID) terlebih dulu. Pembuatan SID bisa dilakukan dengan mudah melalui OCBC mobile sebagai berikut:
- Buka dan login OCBC mobile
- Pilih menu Investasi, klik SBN Ritel. Jika belum punya SID kamu akan diarahkan untuk membuat terlebih dulu
- Isi data diri dan lengkapi dokumen yang diminta
- Lengkapi profil risiko dengan jawab pertanyaan
- Klik Lanjut, dan SID akan diproses selama 3 hari
Jika sudah memiliki SID, kamu sudah bisa memesan obligasi pemerintah yang kamu pilih dengan cara sebagai berikut:
- Buka dan login OCBC mobile
- Pilih menu Investasi, klik SBN Ritel
- Klik Pemesanan Obligasi, pilih SBR014
- Baca informasi produk, klik Pesan Sekarang
- Masukkan nominal pemesanan SBR014
- Periksa ringkasan, konfirmasi, dan setujui syarat dan ketentuan
- Pemesanan berhasil, tunggu notifikasi berikutnya.
3. Registrasi dan Buka Rekening
Langkah selanjutnya adalah melakukan registrasi pada mitra distribusi pilihanmu. Biasanya, kamu akan diminta melengkapi data diri, mengunggah KTP dan membuka rekening dana di bank yang terhubung. Proses ini bisa dilakukan online atau lewat aplikasi.
4. Lakukan Pemesanan
Obligasi ritel punya periode penawaran tertentu. Pastikan kamu mengikuti jadwal yang sudah ditentukan. Selama masa ini, kamu bisa melakukan pemasaran sesuai nominal yang diinginkan (minimal Rp 1 juta). Jangan lupa pantau info dari mitra distribusi atau media sosial Kemenkeu.
5. Bayar dan Tunggu Konfirmasi
Setelah pemesanan dilakukan, kamu tinggal melakukan pembayaran melalui rekening dana yang sudah disiapkan. Setelah pembayaran dikonfirmasi, kamu akan menerima bukti kepemilikan. Mulai saat itu, kamu sudah resmi menjadi investor obligasi pemerintah.
Itulah cara lengkap membeli obligasi pemerintah melalui OCBC mobile. Investasi obligasi lewat OCBC mobile bisa jadi langkah awal yang bagus untuk membangun portofolio pendapatan tetap.
Setelah memahami cara beli obligasi dan resikonya, sekarang keputusan ada di tangan kamu, mau mulai dengan nominal kecil dulu atau langsung target jangka panjang?