Individu

Pengertian Transaksi Internal, Fungsi, Jenis dan Contohnya

2 Apr 2022 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Dalam operasional keuangan perusahaan, transaksi bisnis terus berlangsung setiap harinya. Transaksi terbagi menjadi transaksi internal dan eksternal. Perbedaannya terletak di cakupan kedua transaksi tersebut, antar pihak dalam perusahaan saja atau keluar. Transaksi internal adalah yang terbatas pada lingkup perusahaan saja tanpa melibatkan pihak ketiga di luar itu.

Pada artikel kali ini, OCBC NISP akan menjelaskan seputar transaksi internal, mulai dari pengertian, contoh, sampai bukti transaksi internal. Yuk simak selengkapnya berikut ini.

Pengertian Transaksi Internal

Transaksi internal adalah aktivitas finansial yang hanya melibatkan kalangan internal perusahaan saja. Transaksi jenis ini lebih memfokuskan pada pergeseran yang terjadi dalam aspek-aspek keuangan di perusahaan tersebut. Bukan transaksi dalam artian membeli, menjual, atau urusan keuangan lainnya yang berkaitan pada kalangan eksternal perusahaan.

Biasanya transaksi internal adalah aktivitas yang terjadi antara karyawan dengan pimpinan, atau juga antar divisi maupun departemen dalam keorganisasian perusahaan. Transaksi juga tidak sebatas pertukaran uang saja, namun bisa juga transaksi dalam bentuk barang.

Pemahaman lainnya mengenai transaksi internal adalah sebagai bukti pencatatan terhadap aktivitas yang dijalankan di dalam perusahaan berkaitan dengan keuangannya. Contoh transaksi internal adalah pengakuan pendapatan seiring berjalannya waktu, pengakuan beban penyusutan aset tetap, dan pengakuan beban kerugian piutang.

Pada umumnya bukti transaksi internal adalah berbentuk memo atau catatan yang ditulis oleh orang dengan jabatan tertentu yang berkepentingan. Sebagai contoh, memo ditulis oleh manajer divisi periklanan untuk diserahkan kepada manajer bagian keuangan.

Fungsi Bukti Transaksi

Setiap transaksi yang dilakukan dalam suatu perusahaan perlu dicatat dan dilaporkan dengan rapih. Hal ini diperlukan untuk menjalankan fungsi seperti audit keuangan, dan lain sebagainya. Lalu dalam mencatat setiap transaksi yang terjadi, diperlukan adanya bukti transaksi.

Secara umum, berikut adalah fungsi bukti transaksi:

  • Sebagai dasar dan acuan pencatatan akuntansi
  • Memastikan keaslian atas transaksi yang terjadi
  • Menghindari adanya penyelewengan atau kesalahan terhadap anggaran perusahaan
  • Meminimalisir terjadinya kesalahan dalam pencatatan transaksi
  • Memperjelas siapa yang bertanggung jawab atas aktivitas yang berlangsung
  • Sebagai media yang berisi informasi keuangan
  • Dokumen yang dapat digunakan di kemudian hari jika transaksi yang terjadi menimbulkan permasalahan
  • Menghindari terjadinya duplikasi dalam pengumpulan data keuangan

Contoh Transaksi Internal

Sesuai penjelasan di atas bahwa transaksi internal adalah transaksi yang terjadi hanya dalam lingkup internal perusahaan saja. Beberapa contoh transaksi internal adalah pemindahbukuan catatan keuangan dari satu tahapan ke tahapan berikutnya, seperti dari barang setengah jadi ke barang jadi dalam perusahaan manufaktur.

Lalu, amortisasi biaya yang dibayar di muka, pencatatan depresiasi aktiva tetap, dan urusan-urusan keuangan lainnya yang hanya berkutat pada lingkup dalam perusahaan tanpa melibatkan kalangan eksternal.

Jenis Bukti Transaksi Internal

Walaupun lingkupnya hanya internal perusahaan, namun setiap transaksi perlu dicatat dengan baik. Jenis-jenis transaksi internal memiliki jenis bukti transaksi internalnya tersendiri.

Mengutip Syaiful Bahri dalam bukunya Pengantar Akuntansi Berdasarkan SAK ETAP dan IFRS, berikut beberapa bukti transaksi internal adalah:

1. Bukti Kas Masuk

Pertama yang termasuk ke dalam bukti transaksi internal adalah bukti kas masuk, yaitu bukti mengenai transaksi berkaitan dengan penerimaan kas entitas. Penerimaan kas ini asalnya dari penerimaan penjualan aset, penerimaan pelunasan piutang, penerimaan penjualan atau pendapatan, penerimaan pendapatan sewa, dan penerimaan kas lainnya.

Bukti tersebut biasanya hanya dipakai oleh kalangan internal perusahaan misalnya untuk keperluan data dan pengarsipan. Contoh bentuk bukti kas masuk adalah kwitansi ataupun nota.

2. Bukti Kas Keluar

Berikutnya bukti dari transaksi internal adalah bukti kas keluar. Yaitu bukti transaksi mengenai pengeluaran kas ataupun pembayaran. Kas umumnya dikeluarkan dalam rangka keperluan membayar biaya-biaya seperti peralatan, perlengkapan, serta hal-hal lain yang dibutuhkan oleh kantor. Contoh bukti kas keluar misalnya nota kontan asli atau kwitansi dari kreditur.

Bukti transaksi kas keluar ini penting untuk memiliki keterangan komplit, mulai dari tanggal kas keluar, nama terkait, keterangan aktivitas, serta ditandatangani oleh pihak yang memiliki hak keuangan dalam perusahaan. Bukti tersebut setelahnya dapat dimanfaatkan oleh akuntan guna menyusun laporan keuangan perusahaan dalam jumlah kecil.

3. Bukti Memo

Terakhir, yang menjadi bukti dari transaksi internal adalah bukti memorial atau memorandum. Bukti memo adalah bukti tentang transaksi setiap harinya di luar transaksi penerimaan kas dan pengeluaran kas entitas, atau tidak termasuk dalam kas masuk dan keluar.

Bukti memo misalnya berhubungan dengan kebijakan akuntansi seperti penyusutan aset tetap, pengakuan beban yang masih harus dibayar, sampai pendapatan yang belum diterima. Bukti memo juga dapat dibuat oleh pimpinan perusahaan atau orang yang memiliki wewenang terhadap suatu kejadian yang berlangsung dalam internal perusahaan.

Sebagai contoh, memo yang ditulis pimpinan untuk mencatat gaji pegawai yang belum terbayarkan sepenuhnya dan perlu dibayar pada akhir periode.

Seperti itulah penjelasan mengenai transaksi internal dan macam-macamnya. Setiap transaksi perlu direkam dengan baik oleh perusahaan, karena akan ada proses audit keuangan. Memahaminya sampai pada bukti transaksi internal dan eksternal tentu akan menjadi manfaat bagi Sobat OCBC sekalian.

Pembahasan bermanfaat lainnya tentang keuangan dalam perusahaan, serta informasi bisnis dan finansial terkait dapat juga Anda temukan di laman OCBC berikut.

Baca juga:

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Manajemen Kas

Manajemen Kas

Kelola bisnis jadi lebih mudah dan nyaman

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Punya Rumah Idaman Bukan Cuma Mimpi, Dapatkan Sekarang!
  • Individu

Punya Rumah Idaman Bukan Cuma Mimpi, Dapatkan Sekarang!

12 Jun 2026
Para generasi Milenial dan Gen Z yang sekarang sedang merintis karir sering kali dipusingkan oleh himpitan beban keuangan atau disebut juga “sandwich generation”.
Dari Transaksi hingga Investasi, Kelola Keuangan Lebih Praktis dalam Satu Aplikasi
  • Individu

Dari Transaksi hingga Investasi, Kelola Keuangan Lebih Praktis dalam Satu Aplikasi

11 Jun 2026
Di tengah gaya hidup yang semakin dinamis, kebutuhan finansial pun menjadi semakin beragam. Mulai dari transaksi sehari-hari, pembayaran tagihan, menabung, hingga investasi, semuanya menjadi bagian dari aktivitas yang perlu dikelola dengan baik.
Bangun Financial Wellness dengan Pengalaman Berinvestasi yang Lebih Praktis
  • Individu

Bangun Financial Wellness dengan Pengalaman Berinvestasi yang Lebih Praktis

11 Jun 2026
Berinvestasi telah menjadi bagian penting dalam mengelola keuangan di masa kini. Semakin banyak orang menyadari bahwa mengelola keuangan tidak cukup hanya dengan menabung, tetapi juga perlu mempersiapkan masa depan melalui investasi yang terencana.
Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap ditengah Ketidakpastian Ekonomi
  • Individu
  • Wealth Insight

Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap ditengah Ketidakpastian Ekonomi

11 Jun 2026
Dalam melakukan investasi, tentunya ada berbagai macam jenis instrumen yang dapat dijadikan referensi. Salah satunya adalah reksa dana pendalatan tetap, yang memiliki underlying investasi pada surat hutang atau obligasi, baik itu obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi.

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!