Individu

Administered Price: Pengertian dan Pengaruhnya pada Inflasi

2 Feb 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Sobat OCBC NISP, tahukah Anda apa itu administered price? Administered price adalah istilah yang menjelaskan tentang pengaturan harga oleh pemerintah.

Dalam hal ini, barang untuk kebutuhan sehari-hari atau komoditas adalah objek pengaturannya.

Lantas, bagaimana praktik administered price tersebut di Indonesia? Yuk, pahami selengkapnya dalam uraian berikut!

Pengertian Administered Price

Administered price adalah harga barang yang diatur dengan mengacu pada keputusan administratif. Jadi, bukan berlandaskan pada permintaan maupun penawaran pasar.

Barang-barang administered price adalah produk yang dijual atau dihasilkan oleh pemerintah, badan publik, dan perusahaan monopoli.

Adapun beberapa contoh produk yang mengalami administered price adalah gas, bahan bakar minyak (BBM), listrik, air, dan beras.

Kebijakan pengaturan harga ini pada umumnya diatur oleh pemerintah. Namun, dalam beberapa kasus terdapat pula perusahaan besar yang mengatur harga barang.

Perusahaan tersebut biasanya telah memiliki pangsa pasar yang besar.

Oleh karena itu, tidak jarang ada perusahaan yang mampu melakukan monopoli harga dan mengaturnya sendiri.

Tujuan Administered Price

Tujuan utama dari administered price adalah untuk menjaga kestabilan harga produk-produk kebutuhan.

Dengan demikian, seluruh lapisan masyarakat dapat lebih mudah menjangkau kebutuhan tersebut.

Bisa dikatakan juga bahwa administered price adalah kebijakan yang diberlakukan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Jadi, bila sewaktu-waktu terjadi kekurangan ataupun terdapat kondisi yang tidak pasti, masyarakat tetap bisa membeli barang kebutuhan.

Di samping itu, tujuan dilakukannya administered price adalah untuk menekan terjadinya inflasi, karena daya beli yang terjaga memungkinkan masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pergerakan ekonomi negara.

Baca juga: Begini Cara Menghitung Tingkat Inflasi Paling Akurat

Contoh Administered Price

Agar lebih memahami tentang administered price, Anda dapat melihat praktik kebijakan ini di Indonesia.

Misalnya di bulan September tahun 2022, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan kenaikan harga BBM.

Oleh karena itu, dikeluarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 218.K/MG.01/MEM.M/2022 mengenai Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan.

Penetapan administered price tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mendukung daya beli masyarakat di tengah meningkatnya harga minyak mentah dunia.

Dukungan juga diberikan melalui pengalihan subsidi BBM yang tepat sasaran dalam bentuk bantuan sosial maupun bantuan langsung tunai.

Contoh lainnya, Menteri Perdagangan Republik Indonesia pernah mengeluarkan Peraturan Nomor 49 tahun 2022 mengenai Tata Kelola Program Minyak Goreng Rakyat.

Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan penyediaan minyak goreng dengan harga yang terjangkau agar dapat dibeli oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Disebutkan bahwa pengecer minyak goreng wajib menjual dengan harga di bawah atau sama dengan harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram.

Harga tersebut berlaku untuk minyak goreng dalam bentuk curah maupun minyak goreng kemasan.

Dampak Administered Price

Meskipun diatur dengan tujuan untuk memungkinkan terjangkaunya barang, pada kenyataannya administered price adalah hal yang cukup menyulitkan bagi banyak pihak.

Dari sisi pemerintah, pengaturan harga yang terlalu rendah dapat mengakibatkan penerimaan kas atau pemasukan negara lebih sedikit.

Jika hal tersebut terjadi, dikhawatirkan juga pemerintah akan mencabut subsidi yang diberikan ke masyarakat guna menjaga kestabilan kas negara.

Sementara itu, pengaturan harga yang terlalu tinggi tentunya akan menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hariannya.

Adapun sejumlah dampak dari administered price adalah sebagai berikut:

  • Harga produk menjadi lebih rendah dari sebelum pengaturan harga
  • Kestabilan biaya produksi industri terjaga
  • Kuantitas produksi tidak ikut meningkat meskipun nilai ekuilibrium naik
  • Permintaan lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah ketersediaan barang
  • Berpotensi menyebabkan terjadinya penimbunan barang yang akhirnya mengakibatkan kelangkaan

Pengaruh Administered Price terhadap Inflasi

Penyebab inflasi apabila ditinjau dari administered price adalah karena pengaturan harga tersebut perlu dilakukan bersamaan dengan masa ekonomi yang sulit.

Inflasi administered price ini merupakan efek domino bila pemerintah membutuhkan pemasukan kas untuk belanja negara.

Biasanya, pemerintah harus mencabut sebagian subsidi dari sejumlah komoditas tertentu agar pengeluaran semakin menurun.

Alternatif lainnya adalah dengan menaikan harga untuk menambah pemasukan.

Contoh dari upaya tersebut dapat Anda lihat pada pencabutan subsidi listrik dan peningkatan tarif jasa layanan pembuatan STNK.

Pemerintah juga berusaha menghindari inflasi administered price dengan melakukan penguatan Tim Pengendalian Inflasi Nasional dan mengawal realisasi pembangunan infrastruktur melalui dana transfer ke daerah yang dianggarkan di dalam APBN.

Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan bahwa administered price adalah hal yang harus diambil dengan berbagai pertimbangan matang oleh pemerintah.

Sebagai konsumen akhir, Anda pun juga sudah lebih memahami tentang tujuan maupun dampak dari kebijakan ini, kan?

Semoga pembahasan di atas bermanfaat. Apabila Sobat OCBC NISP tertarik membaca informasi seputar keuangan lainnya, temukan lebih banyak artikel di blog OCBC NISP!

Baca juga: Ini Dia Dampak Positif Inflasi Yang Jarang Diketahui

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Layanan Andal Membangun Kepercayaan Jangka Panjang
  • Individu

Layanan Andal Membangun Kepercayaan Jangka Panjang

29 Mei 2026

Di era digital saat ini, layanan perbankan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Aktivitas seperti transfer dana, pembayaran tagihan, transaksi belanja online, menabung, hingga pengajuan pembiayaan kini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan praktis melalui layanan digital. Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat satu hal yang tetap menjadi fondasi utama dalam hubungan antara bank dan nasabah, yaitu kepercayaan.

Dari staycation hingga overseas trip, semua jadi lebih praktis dengan OCBC
  • Individu

Dari staycation hingga overseas trip, semua jadi lebih praktis dengan OCBC

29 Mei 2026
Traveling kini telah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Tidak hanya untuk liburan panjang atau mudik di hari raya, tetapi juga short escape, staycation, business trip, hingga spontaneous traveling yang semakin mudah dilakukan kapan saja
Pilihan Investasi untuk Gaya Hidup Modern
  • Individu

Pilihan Investasi untuk Gaya Hidup Modern

29 Mei 2026
Di tengah dinamika gaya hidup modern, pengelolaan keuangan tidak lagi hanya berfokus pada menabung. Perubahan kondisi ekonomi, inflasi, serta kebutuhan finansial yang terus berkembang membuat perencanaan keuangan perlu dilakukan secara lebih terarah dan menyeluruh.
Trump-Xi summit: Commitment to stabilise relations
  • Individu

Trump-Xi summit: Commitment to stabilise relations

19 Mei 2026

Trump-Xi summit: Commitment to stabilise relations

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!