Individu

Cash to Cash Cycle: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menghitung

15 Feb 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Cash conversion cycle atau juga dikenal sebagai cash to cash cycle adalah perhitungan untuk mengetahui jangka waktu dari sebuah investasi hingga dapat menjadi uang tunai. 

Cash to cash cycle adalah hal yang biasanya dilakukan oleh perusahaan untuk membantu proses pengelolaan dan pengendalian keuangan, terutama arus kas di dalam maupun luar perusahaan.

Untuk mengetahui selengkapnya, yuk pelajari lebih lanjut tentang cash to cash cycle mulai dari pengertian hingga cara menghitungnya dengan membaca informasi di bawah ini.

Pengertian Cash to Cash Cycle

Secara umum, cash to cash cycle adalah bagian dari pengelolaan arus kas perusahaan untuk menilai kinerja yang tercermin dalam neraca perusahaan.

Neraca perusahaan mencakup kecukupan modal kerja, pengembangan aset, dan struktur modal. Dalam hal ini, cash to cash cycle adalah bagian kecukupan modal kerja.

Secara spesifik, cash to cash cycle adalah alat yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola dua aset modal kerja, yaitu piutang dan inventori.

Cash to cash cycle adalah perhitungan berbentuk metrik yang menunjukkan waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk mengubah investasi dalam bentuk inventori menjadi uang tunai.

Oleh karenanya, cash to cash cycle juga bisa disebut dengan cash to cash cycle time.

Pengertian cash to cash cycle time adalah perhitungan yang mengukur berapa lama kas dalam persediaan diikat hingga akhirnya dijual dan dikonversi menjadi uang tunai.

Baca Juga: Kredit Modal Kerja - Cara Daftar, Besar Bunga & Contoh

Manfaat Menghitung Cash to Cash Cycle

Menghitung cash to cash cycle tentu memiliki manfaat tersendiri dalam mengatur arus kas serta inventaris perusahaan.

Adapun beberapa manfaat yang diberikan dari perhitungan cash to cash cycle antara lain adalah:

1. Membantu Pengelolaan Inventaris

Manajemen inventaris melalui perhitungan cash to cash cycle berguna untuk mengidentifikasi masalah seperti gangguan dalam proses inventaris, rantai pasokan, atau pengumpulan.

Hal ini dapat berguna bagi perusahaan untuk mepertimbangkan peningkatan bahan pasokan yang bisa meningkatkan modal kerja.

2.  Menjadi Bahan Pertimbangan untuk Mengambil Tindakan Penyeimbang

Fakta bahwa cash to cash cycle dapat menjadi sarana untuk mengidentifikasi gangguan pada inventori atau arus kas, mak

a hasil perhitungannya bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan tindakan penyeimbangan.

Misalnya, setelah melakukan perhitungan cash to cash cycle ditemukan ada gangguan dalam inventori, maka muncullah tindakan yang bisa dilakukan.

Tindakannya bisa meliputi pengurangan jumlah pasokan, memperketat kredit pelanggan, atau negosiasi pembayaran dengan pemasok.

Baca Juga: Analisis Kredit Adalah: Definisi, Tujuan, Aspek & Contohnya

3. Menjadi Bahan Evaluasi Arus Kas Perusahaan

Berikut adalah beberapa hal terkait arus kas perusahaan yang bisa dievaluasi setelah menghitung cash to cash cycle:

- Memberikan penilaian akurat atas dampak perubahan interval pembayaran atau penagihan terhadap uang tunai.

- Membantu pengelolaan uang saat pulih dari kebangkrutan atau utang besar yang mana ketersediaan uang tunai terbatas.

Cara Menghitung Cash to Cash Cycle Time

Sebelum menghitung cash to cash cycle time, pertama kita harus memahami rumusnya. Berikut adalah rumus dari cash to cash cycle time dan komponennya:

1. Rumus Cash to Cash Cycle Time

Pelajari rumus cash to cash cycle time di bawah ini

Cash to Cash Cycle Time =  DIO + DSO – DPO

dengan,

DIO = Days Inventory Outstanding

DSO = Days Sales Outstanding

DPO = Days Payables Outstanding

Baca informasi selanjutnya untuk mengetahui cara menghitung ketiga komponen dalam rumus cash to cash cycle.

2. Cara Menghitung Nilai DIO

DIO atau Days Inventory Outstanding adalah rasio keuangan yang menunjukkan rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk mengubah inventaris menjadi penjualan.

Berikut adalah rumusnya:

Days Inventory Outstanding = (Rata-rata Inventaris/Harga Pokok Penjualan) x 365

3. Cara Menghitung Nilai DSO

DSO atau Days Sales Outstanding adalah perhitungan hari yang dibutuhkan perusahaan untuk mengumpulkan pembayaran dari penjualan.

Umumnya, perhitungan ini dilakukan bulanan, triwulanan, atau tahunan.

Berikut adalah rumusnya:

Days Sales Outstanding = (Rata-rata Piutang/Total Kredit Penjualan) x 365

4. Cara menghitung Nilai DPO

DPO atau Days Payable Outstanding adalah rasio keuangan yang menunjukkan rata-rata hari yang dibutuhkan perusahaan untuk membayar tagihan dan fakturnya kepada kreditur dagang, seperti pemasok, vendor, atau modal.

Perhitungan ini umumnya dilakukan setiap triwulan atau tahunan. Hal ini dilakukan untuk menilai seberapa baik pengelolaan arus kas pengeluaran perusahaan.

Berikut adalah rumusnya:

Days Payable Outstanding = (Rata-rata Hutang/Harga Pokok Penjualan) x 365

Baca Juga: 9 Cara Melunasi Hutang dengan Cepat, Tak Perlu Bingung!

5. Contoh Perhitungan Cash to Cash Cycle Time

Setelah memahami rumus serta elemen-elemen yang ada dalam cash to cash cycle, kita akan mempelajari cara menghitungnya dengan menggunakan contoh perhitungan perusahaan A.

Berikut adalah inventaris dan arus kas perusahaan A:

- Inventaris Awal: Rp20.000.000

- Inventaris Akhir: Rp60.000.000

- Harga Pokok Penjualan: Rp700.000.000

- Piutang Awal: Rp40.000.000

- Piutang Akhir: Rp40.000.000

- Total penjualan Kredit: Rp1.000.000.000

- Hutang Awal: Rp15.000.000

- Hutang Akhir: Rp35.000.000

Baca Juga: 7 Perbedaan Hutang dan Piutang yang Wajib Diketahui Pebisnis

Setelah mengetahui inventaris dan arus kasnya, Anda bisa mulai menghitung DIO dari perusahaan A seperti berikut:

DIO = DIO

Maka, dapat diartikan bahwa perusahaan A membutuhkan sekitar 20 hari untuk mengubah inventarisnya menjadi penjualan.

Selanjutnya, Anda bisa mulai menghitung DSO dari perusahaan A seperti berikut:

DSO = DSO

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perusahaan A membutuhkan sekitar 14 hari untuk menagih piutang.

Terakhir, Anda bisa mulai menghitung DPO perusahaan A seperti berikut:

DPO = DIO

Sehingga dapat dilihat bahwa Perusahaan A membutuhkan waktu sekitar 13 hari untuk membayar hutang dan tagihannya.

Setelah selesai menghitung ketiga elemen di atas, Anda bisa mulai menghitung cash conversion cycle time seperti berikut:

Cash Conversion Cycle Time = 20,85 + 14,6 - 13,03 = 22,42

Berdasarkan perhitungan di atas, dapat diartikan bahwa perusahaan A membutuhkan sekitar 22 hari untuk mengubah investasi awal dalam inventori menjadi uang tunai.

Itu dia penjelasan pengertian, manfaat, dan cara menghitung cash to cash cycle.

Dapat dikatakan bahwa cash to cash cycle adalah perhitungan yang penting untuk dipahami oleh setiap pebisnis.

Namun jika masih bingung dalam pengelolaan arus kas bisnis, Sobat OCBC NISP bisa mendapatkan layanan pengelolaan keuangan usaha dari OCBC Cash Management.

Akhir kata, semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Baca Juga: 7 Layanan Cash Management Untuk Memudahkan Bisnis

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Punya Rumah Idaman Bukan Cuma Mimpi, Dapatkan Sekarang!
  • Individu

Punya Rumah Idaman Bukan Cuma Mimpi, Dapatkan Sekarang!

12 Jun 2026
Para generasi Milenial dan Gen Z yang sekarang sedang merintis karir sering kali dipusingkan oleh himpitan beban keuangan atau disebut juga “sandwich generation”.
Bangun Financial Wellness dengan Pengalaman Berinvestasi yang Lebih Praktis
  • Individu

Bangun Financial Wellness dengan Pengalaman Berinvestasi yang Lebih Praktis

11 Jun 2026
Berinvestasi telah menjadi bagian penting dalam mengelola keuangan di masa kini. Semakin banyak orang menyadari bahwa mengelola keuangan tidak cukup hanya dengan menabung, tetapi juga perlu mempersiapkan masa depan melalui investasi yang terencana.
Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap ditengah Ketidakpastian Ekonomi
  • Individu
  • Wealth Insight

Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap ditengah Ketidakpastian Ekonomi

11 Jun 2026
Dalam melakukan investasi, tentunya ada berbagai macam jenis instrumen yang dapat dijadikan referensi. Salah satunya adalah reksa dana pendalatan tetap, yang memiliki underlying investasi pada surat hutang atau obligasi, baik itu obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi.
Dari Transaksi hingga Investasi, Kelola Keuangan Lebih Praktis dalam Satu Aplikasi
  • Individu

Dari Transaksi hingga Investasi, Kelola Keuangan Lebih Praktis dalam Satu Aplikasi

11 Jun 2026
Di tengah gaya hidup yang semakin dinamis, kebutuhan finansial pun menjadi semakin beragam. Mulai dari transaksi sehari-hari, pembayaran tagihan, menabung, hingga investasi, semuanya menjadi bagian dari aktivitas yang perlu dikelola dengan baik.

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!