Mengenal Apa itu Dilusi Saham, Penyebab, dan Dampaknya

9 Mar 2023

Dilusi adalah penurunan jumlah kepemilikan saham karena adanya penambahan modal.

Dilusi adalah situasi yang disebabkan oleh kemunculan penambahan modal dan tidak dibarengi partisipasi pemegang saham lama.

Situasi ini akan menyebabkan pengurangan kepemilikan saham dalam persentase, sedangkan jumlah lembar aset yang dimiliki investor tetap sama.

Lantas, apakah dilusi ini akan merugikan pemilik saham? Untuk mengetahuinya, yuk, simak penjelasan selengkapnya pada ulasan berikut ini!

Apa itu Dilusi Saham?

Dilusi adalah situasi ketika persentase kepemilikan saham investor mengalami penurunan akibat penambahan modal yang dilakukan perusahaan melalui penerbitan saham baru.

Biasanya, perusahaan melakukan kebijakan penambahan modal melalui berbagai mekanisme seperti opsi saham untuk pihak tertentu, saham terbatas, hingga IPO atau penawaran terbuka.

Kebijakan ini dapat menambah jumlah lembar aset yang beredar. Tentunya, pemilik saham lama harus merelakan sebagian persentase kepemilikannya untuk investor lain.

Dengan demikian, nilai saham yang dimiliki oleh investor lama akan mengalami penurunan atau dilusi walaupun jumlah lembar asetnya masih sama.

Pengaruh lainnya dari dilusi adalah investor lama tidak akan bisa mendapatkan pembagian dividen dengan jumlah yang sama seperti sebelumnya dan hak suara pun akan berkurang.

Namun demikian, perlu Anda ketahui bahwa dilusi adalah situasi yang hanya terjadi apabila investor lama tidak ikut membeli penerbitan saham baru tersebut.

Jika investor lama turut melakukan pembelian saham baru yang diterbitkan perusahaan, mereka tetap bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan persentase kepemilikannya.

Aturan Tentang Dilusi Saham

Peraturan yang membahas seputar dilusi saham adalah UU No. 40 Tahun 2007 terkait Perseroan Terbatas atau UUPT.

Berdasarkan sudut pandang investor, dilusi adalah salah satu risiko investasi yang perlu dihindari ketika perusahaan melakukan kebijakan penambahan modal.

Cara bagi para pemegang saham terdahulu supaya bisa terhindar dari efek dilusi adalah dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue.

Disebutkan pada Pasal 43 bahwa pemegang saham terdahulu memiliki hak untuk membeli lembar aset baru senilai kepemilikan saham pada klasifikasi saham yang sama.

Pemegang saham terdahulu dapat melakukan pembelian di awal sebelum perusahaan menawarkan saham baru kepada pihak lain atau publik.

Sekiranya pemilik saham saat ini memutuskan untuk tidak ikut melakukan pembelian, perusahaan dapat menawarkan pihak lain untuk membeli lembar aset baru dari perusahaan.

Perlu diketahui bahwa semua keputusan dan kebijakan penambahan modal hanya dapat dilakukan apabila hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) telah menyetujuinya.

Baca juga: Kenali RTI Business, Pengertian, Keuntungan, dan Cara Pakai

Faktor Penyebab Dilusi Saham

Meskipun penambahan modal melalui penerbitan saham baru bisa menyebabkan dilusi, perusahaan tetap melakukan kebijakan tersebut demi mengembangkan perusahaan.

Lantas, apa saja faktor penyebab perusahaan melakukan kebijakan penambahan modal yang berefek pada dilusi saham?

Selengkapnya mengenai faktor penyebab efek dilusi adalah sebagai berikut:

1. Menambah Modal atau Melunasi Utang

Sejumlah perusahaan perlu menerbitkan lembar saham tambahan sebagai cara untuk menambah modal atau untuk membayar utang.

Melalui penambahan modal tersebut, harapannya nilai saham perusahaan bisa meningkat.

2. Akuisisi Perusahaan

Ketika suatu perusahaan diakuisisi oleh perusahaan lainnya, mereka akan melakukan kebijakan penerbitan saham tambahan.

Tujuannya agar perusahaan yang melakukan akuisisi bisa mendapatkan hak kepemilikan.

3. Opsi Saham

Perusahaan memberikan opsi saham kepada karyawan, dewan, vendor bisnis, atau mitra sebagai bentuk hadiah atau insentif.

Apabila opsi saham tersebut digunakan, ia akan dikonversi menjadi saham perusahaan sehingga jumlah lembar aset yang beredar meningkat dan efek dilusi akan muncul.

4. Pemberian Saham ke Penyedia Layanan Independen

Penyebab dilusi selanjutnya adalah ketika perusahaan dalam skala kecil memutuskan untuk menerbitkan saham dan memberikannya kepada penyedia layanan independen.

Baca juga: Kenali Apa itu Dividen dalam Saham dan Cara Hitungnya

5. Penerbitan Sekuritas Konversi

Sejumlah usaha bisa saja menerbitkan sekuritas konversi seperti waran dan obligasi. Perusahaan akan memberikan surat berharga tersebut kepada pihak pemberi pinjaman.

Apabila sekuritas ini dikonversi, pihak pemberi pinjaman akan mendapatkan saham baru sehingga total lembar aset perusahaan akan bertambah.

6. Menghapus Pemegang Saham Lain

Sering kali, pengusul dari kebijakan penambahan modal yang menyebabkan efek dilusi adalah pemilik saham utama perusahaan.

Tujuannya adalah supaya ia dapat mengurangi atau bahkan menghapus kepemilikan dari pemegang saham lain yang lebih sedikit.

Dengan demikian, ia bisa menghilangkan hak suara para pemegang saham yang biasanya bertentangan dengan kepentingan pemilik saham utama.

Dampak Dilusi Saham

Dilusi adalah dampak dari kebijakan penambahan modal yang memengaruhi nilai portofolio saham para investor.

Tidak hanya dari sisi harga saham yang berkurang, dampak lainnya dari dilusi adalah turunnya laba per saham (EPS) perusahaan.

Namun demikian, besaran dampaknya tergantung pada jumlah lembar aset tambahan yang diterbitkan.

Sebagai contoh, laba per saham perusahaan mungkin Rp5.000 sebelum adanya penerbitan lembar aset tambahan.

Lalu, dampak ketika terjadi efek dilusi adalah jumlah laba per saham tersebut akan berkurang menjadi Rp1.800.

Itulah informasi seputar dilusi saham, mulai dari pengertian, aturan dasar, faktor penyebab, dan dampaknya.

Dilusi adalah situasi yang terjadi karena adanya corporate action dan membuat pemilik saham lama kehilangan suara dan tidak bisa mengendalikan perusahaan.

Kondisi ini bisa menimbulkan risiko apabila investor tidak memperhatikan secara cermat dan melakukan tindakan tepat.

Nah, jika ingin melakukan investasi dengan aman, Sobat OCBC NISP juga bisa menggunakan layanan wealth management dari Bank OCBC NISP.

Ada berbagai jenis produk investasi yang bisa menjadi pilihan dan cocok untuk perencanaan masa depan, mulai dari reksadana, obligasi, valuta asing, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Listing adalah: Perbedaannya dengan Delisting dan Relisting

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 24 Jun 2024

Rekomendasi Tempat Wisata Low Budget di Jogja, Ada yang Gratis!

Baca

Edukasi - 24 Jun 2024

5 Tempat Wisata Indonesia Ini Pernah Dikunjungi Artis Dunia, Loh!

See All

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Download OCBC mobile