Setiap perjalanan karier memiliki momen di mana satu keputusan “ya” membuka pintu ke peluang yang lebih besar. “Yes Moments” adalah seri blog yang merayakan pilihan-pilihan tersebut—yang membentuk arah dan perjalanan profesional seseorang.
Perjalanan karier Enver bersama OCBC bermula di Indonesia melalui Graduate Talent Programme, lalu berkembang hingga membawa dirinya menuju peran regional di Singapura.
Simak kisah Enver berkontribusi sebagai jembatan antara dinamika pasar dan kebijakan ekonomi untuk menyediakan saran bagi jajaran pimpinan, hingga mewakili OCBC sebagai seorang ASEAN Economist — di lingkungan kerja yang mendukung pembelajaran dan pengembangan diri secara berkelanjutan.
Ada sebuah pepatah Jawa yang berbunyi. “urip iku urup,” yang berarti “hidup itu menyala.” Bagi saya, pepatah ini mengingatkan saya bahwa pertumbuhan karier yang kita upayakan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagaimana kita dapat memberikan dampak bagi orang lain.
Hari ini saya bekerja sebagai ASEAN Economist, memantau perkembangan makroekonomi regional dan menerbitkan riset untuk berbagai kalangan audiens. Melalui peran ini, saya berinteraksi dengan banyak pihak seperti nasabah, senior management, hingga regulator untuk menerjemahkan analisis menjadi temuan yang relevan dalam pengambilan keputusan.
Perjalanan karier saya tidak selalu berada dalam garis lurus. Semuanya dibentuk oleh niat, kemauan untuk belajar, dan keputusan sehari-hari untuk mengatakan “ya” — bahkan sebelum merasa sepenuhnya siap.
Saat lulus dari universitas di United Kingdom pada tahun 2018, saya sudah mengetahui bahwa saya ingin memiliki karier berskala internasional sambil berkontribusi pada perkembangan ekonomi Indonesia. Perkspektif itulah yang membawa saya kepada OCBC Indonesia, yang merupakan perpanjangan dari OCBC Group.
Saya bergabung dengan Graduate Talent Programme dan menjalani setiap rotasi sebagai kesempatan untuk belajar hal baru dan beradaptasi. Melihat ke belakang, itu adalah keputusan “ya” pertama saya yang benar-benar membentuk arah perjalanan saya hingga saat ini.
Mempelajari Dasarnya
Selama rotasi pertama, saya ditempatkan di Cash Management dalam Corporate Banking, tempat saya mulai memahami bagaimana Perusahaan besar mengelola likuiditas dan modal kerja. Saat itu saya menyadari bahwa kesenjangan antara “keuangan pribadi” dan “solusi perbendaharaan korporasi” ternyata jauh lebih besar dari bayangan saya. Saya memenuhi beberapa minggu pertama dengan mencatat dan mempelajari fondasinya.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika saya terlibat dalam pengembangan OCBC Velocity, platform digital khusus corporate banking OCBC. Saya bertanggung jawab untuk melaksanakan survey nasabah berskala besar, mengolah insight yang ditemukan menjadi rekomendasi, lalu mempresentasikannya kepada senior management.
Dalam enam bulan pertama saya, beberapa insight tersebut mulai diimplementasikan ke dalam pengembangan platform. Ketika CEO kemudian menyebutkan hasil temuan kami, saya belajar satu hal: terkadang pertumbuhan terbaik berasal dari keberanian untuk mengatakan “ya” sebelum benar-benar siap menjalaninya.
Mengatakan “Ya” pada Hal yang Belum Familiar
Setelah membangun fondasi di corporate banking, saya berkesempatan untuk menjalani rotasi di area wealth management & innovation space. Dibandingkan peran sebelumnya, lingkungan ini lebih terasa seperti startup, dengan tim yang lebih kecil, struktur yang lebih fleksibel, dan kecepatan eksperimen yang lebih tinggi.
Sebagian pekerjaan saya berkaitan dengan riset perilaku investasi individu dan perkembangan landscape advisory secara lebih luas. Insight tersebut membantu membentuk customer journey untuk layanan robo advisory — mulai dari bagaimana nasabah memandang investasi hingga bagaimana fitur-fitur digital dapat mendukung pengambilan keputusan secara lebih intuitif dan mudah diakses. Pengalaman ini mendorong untuk melihat lebih dalam dari sudut pandang nasabah retail, bukan hanya dari sisi operasional.
Saya sangat menghargai kesempatan untuk berkolaborasi lintas fungsi — mulai dari tim produk, bisnis, IT, hingga rekan-rekan eksternal lainnya. Saya belajar bahwa menyatukan berbagai perspektif sama pentingnya dengan memahami sisi teknis dalam mewujudkan sebuah ide.
Lebih dari itu, fase ini membentuk pandangan saya mengenai dampak. Di tengah pesatnya pertumbuhan akses digital di Indonesia, literasi finansial belum tentu berkembang dengan kecepatan yang sama. Kenyataan ini membuat saya memahami pentingnya bukan hanya mendorong inklusi keuangan, tetapi juga membantu masyarakat mengambil keputusan finansial yang lebih bijak.
Menemukan Jati Diri sebagai Seorang Economist
Seiring berjalannya waktu, saya semakin tertarik pada pertanyaan-pertanyaan ekonomi yang lebih luas, seperti bagaimana pasar berkembang, bagaimana kebijakan mempengaruhi hasil, dan bagaimana dinamika tersebut berdampak pada bisnis maupun individu.
Rasa ingin tahu itu membawa saya ke rotasi terakhir bersama tim Global Markets, yang kemudian berkembang menjadi posisi full-time sebagai Economic Analyst di OCBC Indonesia. Titik ini menjadi langkah awal menuju ranah yang menuntut kemampuan spesialis, seperti membaca serta menerjemahkan data, membentuk pandangan, dan menyampaikannya dengan jelas.
Saya menjadi bagian dari tim yang membangun economic analyst desk onshore pertama di OCBC Indonesia, bekerja erat dengan tim riset di Singapura sekaligus berinteraksi dengan para pemangku kepentingan lokal selama masa pandemi.
Sebelumnya, saya telah dipercayakan untuk mewakili OCBC Indonesia dalam berbagai diskusi dengan para nasabah dan pembuat kebijakan — seringkali sebagai salah satu pihak paling muda di ruangan. Saya juga terlibat dalam berbagai inisiatif seperti weekly market updates hingga roadshow obligasi retail oleh Kementerian Keuangan.
Fase tersebut mengajarkan saya bagaimana berpikir secara terstruktur, menghubungkan berbagai ide, dan menyampaikan insight dengan cara yang benar-benar bermanfaat bagi orang lain.
Panggung yang Lebih Besar
Di tahun 2023, kesempatan baru kembali ditawarkan bagi saya — kali ini saya ditunjuk untuk berpindah ke OCBC Singapura. Mengatakan “ya” pada peran ASEAN Economist berarti melangkah ke cakupan regional yang lebih luas dan melanjutkan apa yang sudah saya bangun di Indonesia. Transisi ini terasa sangat menyenangkan.
Di bawah bimbingan Selena Ling, selaku Group Chief Economist, saya bekerja bersama rekan-rekan yang merupakan ahli di bidangnya masing-masing. Keterbukaan dan dukungan dari tim ini merupakan salah satu alasan yang membuat saya menikmati perpindahan ini.
Perpindahan ke Singapura tidak pernah terasa seperti memulai dari nol. Namun justru terasa seperti melangkah ke panggung yang lebih besar.
Tetap Belajar, dengan Cara yang Berbeda
Pada tahun 2024, saya memutuskan untuk menempuh program pascasarjana (Master’s) Ekonomi secara part-time di Singapore Management University sambil tetap bekerja full-time, hingga kini saya telah meraih gelar tersebut. Bagi saya, ini adalah bentuk investasi yang sengaja saya ambil untuk pertumbuhan jangka panjang.
Saya bersyukur berada di organisasi yang benar-benar mendukung pembelajaran berkelanjutan — dikelilingi rekan kerja yang suportif akan keputusan saya untuk “menambah bacaan baru” di tengah kesibukan bekerja.
Terdapat momen-momen kecil yang terasa memuaskan, misalnya ketika konsep yang saya pelajari di kelas ternyata muncul dalam analisis yang sedang saya kerjakan di kantor. Momen seperti itu menjadi pengingat bahwa semua usaha tersebut memang sepadan.
Tetap Mengatakan “Ya” Setelah 7 Tahun Melangkah
Jika dipikirkan kembali, perjalanan saya sejauh ini merupakan serangkaian keputusan yang diawali dengan sebuah “ya” dan pertumbuhan yang mengikuti setiap langkahnya.
Hal yang mewujudkan keberhasilan di setiap langkah itu adalah orang-orang di sekeliling saya.
Rekan kerja yang meluangkan waktu untuk menjelaskan, atasan yang percaya akan potensi saya untuk diberikan tanggung jawab sebelum saya sepenuhnya siap, tim yang membuat masa-masa sulit terasa lebih ringan, dan para mentor yang membentuk cara pandang saya akan pekerjaan saya hingga hari ini. Setelah lebih dari tujuh tahun, melewati berbagai peran dan dua negara, benang merah yang paling terlihat dalam perjalanan saya adalah orang-orang luar biasa yang selalu mendukung dan mengajarkan hal-hal baru kepada saya.
Ke depannya, saya ingin terus memperdalam keahlian di bidang ekonomi ASEAN, tanpa pernah melupakan bahwa di balik setiap angka, selalu ada manusia dan bisnis yang terdampak.
Langkah selanjutnya jarang datang dengan jawaban yang jelas. Justru seringkali membawa satu pertanyaan: apakah kita berani mengatakan “ya” dan apakah kita memiliki orang-orang yang tepat di sekitar kita saat melakukannya.
Dan saya merasa beruntung karena memiliki keduanya.
Setiap perjalanan dimulai dari sebuah pilihan. Kapan terakhir kali Anda mengatakan “ya”?
Opportunity Starts Here.