Setiap perjalanan karir memiliki momen di mana satu keputusan “ya” membuka pintu ke peluang yang lebih besar. “Yes Moments” adalah seri blog yang merayakan pilihan-pilihan tersebut—yang membentuk arah dan perjalanan profesional seseorang.
Bagi Ka Jit, satu keputusan untuk keluar dari zona nyaman menjadi titik awal perjalanan yang penuh pertumbuhan dan keberagaman karir. Dari perintisan karirnya di OCBC hingga kini memimpin berbagai inisiatif transformasi digital dan operasional. Kisahnya menunjukkan bahwa kemampuan untuk beradaptasi dan keberanian untuk mengatakan “ya” dapat menuntun kita pada peluang karir yang jauh lebih besar dari bayangan kita.
Saksikan bagaimana budaya OCBC memberikan ruang baginya untuk sigap dalam menghadapi tantangan baru, senantiasa berkembang hingga kini memimpin sebagai Direktur Operations & Technology di OCBC Indonesia.
Saya pertama kali mengatakan “ya” pada OCBC di tahun 2011, tetapi perjalanan karir saya sudah dimulai jauh sebelum itu. Saya lulus dari sebuah universitas lokal di Jakarta dengan latar belakang yang sederhana. Karir saya bermula dari sebuah posisi back office pada tahun 1998. Pada saat itu, saya tidak benar-benar mengetahui sejauh apa karir ini akan membawa saya, namun tetap menjalaninya langkah demi langkah.
Sebagian besar karir saya kemudian dihabiskan di bank asing. Krisis finansial pada tahun 2008 menghadapkan saya dengan sebuah pertanyaan yang membuat saya berpikir ulang: bagaimana bank asing dapat beradaptasi dan tetap relevan di tengah industri yang regulasinya semakin diperketat? Pada saat itulah OCBC datang dengan sebuah peluang karir yang menitikberatkan kesenjangan dalam bisnis. Saat itu juga, bank asing tempat saya bekerja memiliki performa bisnis sepuluh kali lebih besar daripada OCBC di Indonesia.
Meski dipertanyakan oleh banyak orang, saya tetap memilih untuk bergabung dengan OCBC. Saya berpikir bahwa, “Saat ini OCBC belum berada di posisi yang unggul, tetapi memiliki semangat yang besar untuk bertumbuh dan mengejar ketertinggalan.”
Saya yakin bahwa dalam lima tahun, kami dapat mencapainya—bahkan melampauinya. Dan ternyata, hal itu benar-benar terjadi.
Alasan di Balik Keputusan “Ya”
Saat bergabung, saya melihat peluang dan momentum yang tepat. Regulasi yang diperketat membuat keunggulan bank asing tidak lagi sekuat sebelumnya. Artinya, bank asing harus kembali kepada kompetisi yang mendasar, yaitu kemampuan melayani nasabah dengan optimal — suatu hal yang tidak cukup Istimewa dibandingkan bank lokal lainnya.
Pada saat itu, tim Premier Banking OCBC masih berskala kecil — dengan hanya 28 Relationship Manager. Namun, kesungguhan dan komitmen tim manajemen dalam membangun bisnis ini meyakinkan saya untuk mengembangkan sektor ini.
Budaya yang Mendorong Pertumbuhan
Keputusan “ya” pertama saya di OCBC adalah kepada sebuah posisi di Wealth Management (WM) dan Priority Banking — hingga menduduki posisi yang tidak pernah saya bayangkan. Selama perjalanan tersebut, saya telah menjalani setidaknya delapan peran yang berbeda karena OCBC bersedia mendukung dan memberikan ruang untuk mengembangkan potensi selama kita berani melangkah dan berkomitmen — bahkan di saat pengalaman kita belum sepenuhnya memadai.
Dua tahun lalu ketika saya mengatakan “ya” untuk menjadi Direktur Operations & Technology, tidak sedikit pihak yang terkejut sebab sebagian besar perjalanan karir saya di Consumer Banking. Namun, OCBC seringkali menyediakan ruang bagi talenta dengan beragam pengalaman untuk mengembangkan karirnya.
Perjalanan karir tidak selalu berjalan lurus, justru dipenuhi dengan berbagai perpindahan lintas fungsi — dan saya adalah salah satu bukti nyata dari hal itu.
Selama menjalani Executive Development Program di INSEAD tahun 2015, saya mengikuti sebuah tes psikologi. Hasilnya, saya termasuk pribadi yang cukup introvert. Sementara itu, peran saya saat itu mengharuskan saya memimpin tim sales dan distribusi beranggotakan sekitar 2.000 orang. Hal itu mengharuskan saya untuk berinteraksi dengan lebih aktif lagi yang merupakan sebuah tantangan besar bagi saya. Saya belajar untuk terus “mendorong batasan” diri dan beradaptasi hingga hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan bagi saya.
Setelahnya, OCBC memberikan saya kesempatan untuk melanjutkan studi Executive MBA di Singapore Management University (SMU) pada tahun 2016. Saya sangat berterima kasih kepada OCBC karena kesempatan ini begitu berharga.
Visi Jangka Panjang untuk Indonesia
Ke depannya, kami memiliki visi jangka panjang yang jelas bagi pasar Indonesia. Alih-alih sekedar mengejar hasil jangka pendek, kami berkomitmen untuk membangun fondasi yang berkelanjutan di Indonesia.
Untuk mendukung strategi korporat OCBC, The Next Frontier beserta dengan keempat perubahan strategisnya, Operations & Technology memposisikan diri untuk mewujudkan sistem single-customer bank yang terintegrasi di seluruh entitas. Strategi ini dimulai dengan pembangunan infrastruktur, sistem teknologi, dan berbagai platform untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Implementasinya mencakup penguatan kapabilitas digital yang meningkatkan kualitas layanan wealth management, pengembangan platform yang berfokus pada segmen UKM, serta mendorong pendekatan yang berpusat pada konsumen melalui pemanfaatan AI, Digital, and Data (ADD) guna mencapai skala dan efisiensi yang lebih optimal.
Kami juga ingin menghadirkan pengalaman yang lebih konsisten, informatif, dan menyeluruh bagi nasabah — di mana pun mereka berinteraksi dengan Bank. Tujuannya sederhana: membangun bank masa depan yang terintegrasi dan berpusat pada nasabah.
Mewujudkan Aspirasi Masa Depan
Berdasarkan proyek-proyek dan visitasi terkini, kami sepakat menilai bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar yang paling strategis. Melalui proyek The Next Frontier, kami berencana untuk menguji berbagai konsep dan inovasi pada Indonesia sebelum diimplementasikan pada pasar lainnya.
Satu target jelas yang ingin dicapai: menjadikan Indonesia sebagai pasar domestik utama di ASEAN bagi OCBC pada tahun 2030.
Refleksi Perjalanan bersama OCBC
Perjalanan saya bersama OCBC dipenuhi dengan pertumbuhan, tantangan, dan peluang. Saya bangga menjadi bagian dari organisasi yang benar-benar menghargai pengembangan manusia serta mendorong budaya kolaborasi dan inovasi.
Melihat kembali pada perjalanan “ya” saya kepada OCBC selama 15 tahun ke belakang, saya juga memiliki beberapa kegagalan dan penyesalan atas keputusan-keputusan yang pernah saya ambil.
Namun, inti dari semuanya adalah keberanian untuk mencoba hal yang baru, bahkan ketika kita belum sepenuhnya yakin. Karena seringkali, tantangan terbesar bukan terdapat pada pekerjaan — melainkan pada keberanian untuk melangkah dan membawa orang lain untuk bersama menuju perubahan.
Perjalanan ini masih jauh dari kata selesai, tetapi saya akan terus berkarya bersama OCBC untuk membangun bank masa depan. Menantikan berbagai peluang dan pencapaian yang akan diraih oleh OCBC sebagai organisasi dan setiap talenta di dalamnya.
Setiap perjalanan dimulai dari sebuah pilihan. Kapan terakhir kali Anda mengatakan “ya”?
Opportunity Starts Here.