Transfer dana, membayar tagihan, berbelanja, mengecek saldo, hingga mengakses berbagai layanan perbankan kini dapat dilakukan hanya dalam beberapa sentuhan di layar ponsel.
Kemudahan tersebut membuat aktivitas keuangan semakin cepat dan praktis. Namun, semakin banyak aktivitas yang berpindah ke ruang digital, semakin penting pula bagi kita untuk memahami bagaimana menjaga keamanan aset, privasi, dan data pribadi.
Karena dalam dunia digital, keamanan bukan hanya soal teknologi. Keamanan adalah budaya dan kebiasaan yang kita bangun setiap hari.
Pelindungan Konsumen di Era Digital
POJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan menetapkan tujuh prinsip Pelindungan Konsumen. Salah satunya adalah pelindungan aset, privasi, dan data Konsumen.
Prinsip ini menempatkan keamanan konsumen sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan layanan keuangan. Pelaku Usaha Jasa Keuangan perlu memiliki prosedur, mekanisme, dan sistem untuk menjaga keamanan aset keuangan, sistem informasi, ketahanan siber, privasi, serta data dan informasi konsumen.
Namun, keamanan digital yang kuat juga membutuhkan partisipasi aktif kita sebagai pengguna layanan.
Bayangkan keamanan digital seperti sebuah rumah.
Bank membangun sistem keamanan, pengawasan, dan berbagai lapisan perlindungan. Sebagai pemilik rumah, kita juga perlu memastikan bahwa kunci tidak diberikan kepada orang lain dan pintu tidak dibukakan kepada orang yang tidak dikenal. Prinsip yang sama berlaku saat kita bertransaksi secara digital.
Data Pribadi Adalah Aset Digital
PIN, kode OTP, User ID, password, nomor CVV kartu debit/kredit, dan informasi autentikasi lainnya mungkin terlihat hanya seperti rangkaian angka atau karakter.
Padahal, informasi tersebut dapat menjadi kunci menuju aset dan identitas digital kita.
Karena itu, perlakukan informasi rahasia dengan tingkat kehati-hatian yang sama seperti ketika menjaga kartu ATM, dompet, atau kunci rumah.
Jangan memberikan PIN, password, OTP, atau informasi autentikasi kepada siapa pun. Jangan pula memasukkan informasi tersebut melalui tautan atau halaman yang sumbernya tidak dapat dipastikan.
Waspadai pihak yang menghubungi dengan alasan yang terdengar meyakinkan! misalnya meminta verifikasi akun, menawarkan hadiah, menginformasikan transaksi mencurigakan, meminta pembaruan data, atau mengancam rekening akan segera diblokir.
Pelaku penipuan tidak selalu mencoba menyerang teknologi. Mereka dapat menggunakan social engineering untuk memengaruhi korban agar memberikan informasi atau akses secara sukarela. Karena itu, perlindungan terbaik dimulai dari kebiasaan sederhana:
STOP • CHECK • PROTECT • REPORT
STOP - Jangan Terburu-buru
Penipu sering menggunakan rasa takut, panik, imbal hasil, hadiah, atau urgensi untuk membuat kita segera mengambil keputusan, seperti:
“Rekening Anda akan diblokir.”
“Ada transaksi mencurigakan.”
“Klik sekarang untuk membatalkan transaksi.”
”ini link untuk membatalkan transaksi, silakan Bapak/Ibu isi sendiri datanya”
“Anda memenangkan hadiah.”
“Berikan kode OTP untuk mengamankan dana.”
Jika menerima komunikasi seperti ini, jangan langsung bertindak.
Berhenti sejenak. Jangan mengklik tautan, jangan mengunduh aplikasi, jangan memberikan/mengisi informasi/data pribadi, jangan melakukan transfer, atau jangan mengikuti instruksi transaksi sebelum memastikan kebenarannya.
Semakin mendesak seseorang meminta Anda bertindak, semakin penting untuk berhenti dan memeriksanya terlebih dahulu.
CHECK - Periksa Sebelum Percaya
Nama, foto profil, logo, nomor telepon, bahkan tampilan sebuah website dapat dibuat menyerupai kanal resmi. Karena itu, jangan hanya percaya pada apa yang terlihat di layar.
Periksa kembali informasi melalui kanal resmi bank.
Jika seseorang mengaku sebagai petugas bank/instansi resmi dan meminta Anda melakukan sesuatu yang tidak biasa, hentikan komunikasi tersebut dan hubungi kembali bank melalui nomor atau kanal resmi yang Anda ketahui. Jangan menggunakan nomor telepon atau tautan yang justru diberikan oleh pihak yang sedang Anda curigai.
CHECK berarti memastikan informasi dari sumber resmi sebelum mengambil keputusan.
PROTECT - Lindungi Akses dan Data Anda
Jaga informasi yang menjadi kunci terhadap rekening dan identitas digital Anda.
Jangan pernah memberikan PIN, password, OTP, kode verifikasi, atau informasi autentikasi kepada pihak lain.
Gunakan password yang kuat dan berbeda, aktifkan fitur keamanan yang tersedia, perbarui perangkat dan aplikasi secara berkala, serta gunakan aplikasi perbankan hanya dari sumber resmi.
Hindari memberikan akses terhadap perangkat melalui aplikasi remote access atau screen sharing atas instruksi orang yang tidak dikenal.
Periksa pula notifikasi dan riwayat transaksi secara berkala sehingga aktivitas yang tidak dikenali dapat diketahui sedini mungkin.
PROTECT bukan hanya melindungi uang. Protect berarti menjaga akses menuju aset dan identitas digital Anda.
REPORT - Laporkan Segera Melalui Kanal Resmi Bank
Apa yang harus dilakukan jika menemukan sesuatu yang mencurigakan?
Jangan diam dan jangan menunggu sampai terjadi kerugian. REPORT.
Segera hubungi bank melalui nomor dan kanal resmi bank apabila Anda:
- menerima telepon, pesan, atau tautan mencurigakan yang mengatasnamakan bank;
- menemukan transaksi yang tidak Anda kenali;
- merasa telah memberikan PIN, password, OTP, atau informasi rahasia lainnya;
- telah mengklik tautan mencurigakan atau mengunduh aplikasi atas instruksi pihak yang tidak dikenal;
- memberikan/mengisi informasi/data pribadi (nomor kartu, pin, OTP, dll) melalui link atau website yang tidak dikenal;
- memberikan akses perangkat melalui screen sharing atau remote access;
- atau menemukan indikasi lain bahwa rekening maupun data Anda mungkin telah disalahgunakan.
Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat bank dapat melakukan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
Satu hal yang penting: pastikan Anda menghubungi nomor resmi bank (TANYA OCBC di 1500-999).
Jangan menghubungi nomor yang diberikan oleh pihak yang mencurigakan. Verifikasi nomor dan kanal resmi melalui website, aplikasi resmi, bagian belakang kartu, atau sumber resmi bank lainnya
Dan ingat, REPORT bukan berarti Anda harus sudah menjadi korban.
Melaporkan aktivitas mencurigakan sejak dini merupakan bagian dari upaya melindungi diri sendiri dan dapat membantu mencegah modus serupa merugikan konsumen lainnya.
Bank Melindungi, Nasabah Ikut Menjaga
Keamanan digital merupakan bagian dari pengalaman perbankan yang tepercaya. Bank memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan sistem, data, layanan, dan transaksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, nasabah dapat memperkuat perlindungan tersebut dengan menjaga informasi autentikasi, menggunakan kanal resmi, mengenali tanda-tanda penipuan, dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan.
Ini bukan tentang memindahkan tanggung jawab kepada nasabah.
Ini adalah tentang membangun budaya keamanan bersama: sistem yang semakin aman, edukasi yang berkelanjutan, serta nasabah yang semakin memahami bagaimana melindungi dirinya ketika berinteraksi di ruang digital.
Empat Kebiasaan Kecil untuk Perlindungan yang Lebih Kuat!
Teknologi akan terus berkembang. Modus penipuan juga dapat terus berubah. Kita mungkin tidak dapat menghafal setiap modus penipuan yang akan muncul. Tetapi kita dapat membangun kebiasaan yang membuat kita lebih siap menghadapinya. Empat langkah sederhana di atas dapat menjadi kebiasaan dalam setiap interaksi digital.
Karena pengalaman digital yang terpercaya dibangun melalui sistem yang aman, perlindungan yang kuat, edukasi yang berkelanjutan, serta kewaspadaan kita bersama.