Bagaimana hukum obligasi dalam Islam? Berikut penjelasan lengkap mengenai apakah obligasi itu halal atau haram menurut prinsip syariah!
Obligasi menjadi salah satu instrumen investasi yang cukup populer karena menawarkan imbal hasil yang relatif stabil. Namun, sebagian masyarakat bertanya, apakah obligasi termasuk halal atau mengandung unsur yang tidak diperbolehkan?
Pertanyaan ini wajar karena dalam praktiknya, tidak semua obligasi memiliki mekanisme yang sama. Ada obligasi konvensional yang menggunakan sistem bunga, tetapi ada juga instrumen berbasis syariah seperti sukuk yang dirancang sesuai prinsip Islam.
Oleh karena itu, memahami perbedaan keduanya menjadi kunci agar investasi yang dilakukan tetap sesuai dengan nilai syariah sekaligus memberikan manfaat finansial.
Baca juga: 8 Perbedaan Saham dan Obligasi, Ini yang Paling Untung!
Apakah Obligasi Halal?
Pembahasan tentang hukum obligasi dalam Islam ini dibahas dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Nomor 32/DSN-MUI/IX/2002 tentang
Obligasi Syari’ah.
Fatwa tersebut membagi obligasi menjadi dua kategori secara hukum Islam. Pertama adalah obligasi yang tidak dibenarkan secara syariah, dan obligasi yang dibenarkan secara syariah (halal).
Obligasi yang tidak dibenarkan secara syariah itu adalah obligasi yang bersifat utang dengan kewajiban membayar berdasarkan bunga. Sementara obligasi yang dibenarkan secara syariah itu saat ini dikenal dengan Obligasi Syariah atau Sukuk.
Masih dalam fatwa tersebut, obligasi syariah adalah surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan Emiten kepada pemegang Obligasi Syariah yang mewajibkan Emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang Obligasi Syariah berupa bagi hasil/margin/fee serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo.
Dengan kata lain, jawaban untuk pertanyaan apakah obligasi halal itu merujuk pada dua kategori tersebut. Jika yang dimaksud adalah obligasi syariah, maka hukumnya halal.
Dalam pelaksanaannya, obligasi yang halal alias obligasi syariah itu harus menggunakan akad-akad seperti Mudharabah (Muqaradhah)/ Qiradh, Musyarakah, Murabahah, Salam, Istishna, dan Ijarah.
Selain itu, penerbit obligasi syariah harus menjalankan usaha yang sesuai dengan prinsip syariah. Hasil investasi yang dibagikan kepada investor harus bersih dari unsur non halal.
Baca juga: Redenominasi: Pengertian, Manfaat, Tujuan, Risiko dan Dampak
Cara Beli Obligasi Syariah
Obligasi syariah cocok untuk investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah, khususnya mereka yang menghindari unsur riba, gharar, dan maysir dalam pengelolaan keuangan
Sebelum membeli, pastikan kamu sudah mengetahui untuk apa kamu berinvestasi. Apakah untuk dana pensiun, pendidikan anak atau hanya ingin menyimpan uang dengan aman? Menentukan tujuan akan membantu kamu memilih jenis obligasi yang tepat.
Berikutnya, pilih bank yang menjual obligasi syariah. Salah satu bank yang menawarkan obligasi syariah adalah OCBC. Pembeliannya bisa dilakukan melalui aplikasi OCBC mobile.
Sebelum membeli obligasi syariah, pastikan kamu sudah punya Single Investor Identification (SID). Kabar baiknya, kamu juga bisa membuat SID langsung di OCBC mobile, dengan cara sebagai berikut:
- Buka dan login OCBC mobile
- Pilih menu Investasi, klik Obligasi. Jika belum punya SID kamu akan diarahkan untuk membuat terlebih dulu
- Isi data diri dan lengkapi dokumen yang diminta
- Lengkapi profil risiko dengan jawab pertanyaan
- Klik Lanjut, dan SID akan diproses selama 3 hari
Setelah SID jadi, kamu bisa langsung membeli obligasi syariah yang sesuai dengan profil risikomu. Berikut caranya:
- Buka dan login OCBC mobile
- Pilih menu Investasi, klik SBN Ritel
- Klik Pemesanan Obligasi, pilih obligasi syariah yang kamu ingin beli
- Baca informasi produk, klik Pesan Sekarang
- Masukkan nominal pemesanan Periksa ringkasan, konfirmasi, dan setujui syarat dan ketentuan
- Pemesanan berhasil, tunggu notifikasi berikutnya.
Aplikasi OCBC mobile tidak hanya memudahkan kamu dalam melakukan transaksi harian seperti transfer atau pembayaran saja, melainkan juga membantu meraih #FUNanciallyFIT dengan pilihan investasi yang lengkap.
Kamu nggak usah khawatir soal keamanan. Pasalnya, transaksi di OCBC mobile juga sudah dijamin keamanannya.
Setiap transaksi dilindungi Two-Factor Authentication (2FA) dengan penggunaan User ID, Password, serta PIN transaksi yang hanya diketahui oleh kamu sebagai pengguna.
Download OCBC mobile sekarang juga untuk menikmati kemudahan transaksi apapun dalam genggaman!
Baca juga: 7 Karakteristik Obligasi yang Perlu Diketahui Investor