Banyak orang yang belum tahu beda sukuk dan obligasi. Ini 7 perbedaan utama sukuk dan obligasi, mulai dari penggunaan dana hingga status kepemilikan aset.
Sukuk dan obligasi adalah instrumen investasi yang sering kali dijadikan pilihan bagi investor dalam mencari keuntungan. Namun sebenarnya, perbedaan sukuk dan obligasi cukup signifikan
Pada umumnya, perbedaan sukuk dan obligasi terdapat pada bentuk dan manfaatnya. Sukuk adalah investasi berbentuk sertifikat kepemilikan aset, sedangkan obligasi merupakan surat utang
Selain itu, sukuk dan obligasi memiliki risiko dan return yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sebelum memilih untuk berinvestasi dalam sukuk atau obligasi, kamu perlu paham perbedaannya
Apa Itu Sukuk dan Obligasi?
Sukuk dan obligasi adalah dua instrumen investasi yang mungkin tidak asing lagi bagi para investor. Dalam dunia investasi, sukuk dan obligasi tergolong dalam instrumen pendapatan tetap atau fixed income
Kedua instrumen ini dikategorikan sebagai fixed income karena keduanya memiliki pendapatan yang cukup stabil. Selain itu, sukuk dan obligasi ini bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil dan berisiko rendah
Meski begitu, sukuk dan obligasi adalah dua hal yang berbeda. Obligasi dalam dunia pasar modal adalah investasi berbentuk surat utang jangka menengah hingga panjang
Sementara itu, sukuk adalah obligasi syariah. Produk-produk dari sukuk ini dikategorikan halal dan berjalan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Selain itu perbedaan sukuk dan obligasi yang paling terlihat adalah bentuknya. Jika obligasi berbentuk surat utang, sukuk adalah investasi dalam wujud sertifikat atau bukti kepemilikan bernilai sama dan mewakili bagian yang tidak terbagi
Selanjutnya, sukuk benar-benar dikelola berdasarkan prinsip syariah dan tidak terlibat unsur-unsur haram seperti riba, maysir, dan gharar
Di samping itu, obligasi negara dikategorikan menjadi dua yakni obligasi konvensional dan syariah
Adapun yang termasuk dalam obligasi konvensional adalah investasi berbentuk surat utang, contohnya seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia) dan SBR (Saving Bond Ritel)
Sedangkan, obligasi syariah adalah investasi yang kita kenal sebagai sukuk. Oleh karenanya, perbedaan sukuk dan obligasi syariah itu tidak ada
Baca Juga: Kenali Beda Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan, Anda Pilih Mana?
7 Perbedaan Sukuk dan Obligasi
Meski sama-sama termasuk instrumen investasi pendapatan tetap, terdapat beberapa perbedaan sukuk dan obligasi yang penting dipahami sebelum memilih salah satunya
Perbedaan ini tidak hanya terlihat dari sistem imbal hasil, tetapi juga prinsip dasar, mekanisme penerbitan, hingga penggunaan dana investasinya. Berikut penjelasan lengkapnya
1. Prinsip Dasar Instrumen
Perbedaan sukuk dan obligasi yang paling utama terletak pada prinsip yang digunakan. Sukuk merupakan instrumen investasi berbasis syariah yang harus mengikuti prinsip Islam dan bebas dari unsur riba, gharar, serta maisir
Sementara itu, obligasi konvensional menggunakan sistem utang-piutang biasa tanpa ketentuan syariah tertentu
2. Status Kepemilikan Investor
Pada sukuk, investor dianggap memiliki bagian atas aset atau proyek yang menjadi dasar penerbitan sukuk (underlying asset). Karena itu, sukuk sering disebut sebagai sertifikat kepemilikan aset
Sebaliknya, pada obligasi konvensional, investor berperan sebagai pihak pemberi pinjaman kepada penerbit obligasi. Dengan kata lain, obligasi merupakan surat utang
3. Bentuk Imbal Hasil
Perbedaan sukuk dan obligasi berikutnya terletak pada sistem keuntungan yang diberikan kepada investor. Imbal hasil sukuk berasal dari mekanisme syariah, seperti:
- bagi hasil,
- margin,
- atau ujrah (fee/sewa)
Sedangkan obligasi konvensional memberikan keuntungan berupa bunga atau kupon serta potensi capital gain dari selisih harga jual
4. Penggunaan Dana
Dana yang diperoleh dari penerbitan sukuk wajib digunakan untuk kegiatan atau proyek yang sesuai prinsip syariah dan tidak boleh berkaitan dengan sektor nonhalal. Sementara itu, penggunaan dana obligasi konvensional cenderung lebih fleksibel karena tidak memiliki batasan syariah tertentu
5. Proses Penerbitan
Dalam penerbitannya, sukuk harus melalui pengawasan dan persetujuan Dewan Pengawas Syariah agar seluruh mekanismenya sesuai prinsip Islam. Sedangkan obligasi konvensional tidak memerlukan pengawasan syariah dan hanya mengikuti ketentuan pasar modal serta regulasi dari otoritas terkait
Baca Juga: Mengenal Surat Berharga Komersial & Bedanya dengan Obligasi
6. Risiko dan Stabilitas
Secara umum, sukuk sering dianggap memiliki stabilitas lebih baik karena didukung underlying asset yang jelas. Namun, baik sukuk maupun obligasi tetap memiliki risiko, seperti risiko gagal bayar dan risiko pasar
Perbedaannya, pada sukuk terdapat struktur akad syariah yang membuat mekanisme investasinya sedikit berbeda dibanding obligasi konvensional
7. Biaya dan Struktur Administrasi
Perbedaan sukuk dan obligasi terakhir terletak pada biaya administrasi dan struktur pengelolaannya. Sukuk biasanya memiliki komponen tambahan berupa biaya kepatuhan syariah dan honor Dewan Pengawas Syariah
Sementara itu, obligasi konvensional tidak memiliki komponen biaya syariah sehingga struktur administrasinya relatif lebih sederhana
Itulah beberapa beda sukuk dan obligasi yang perlu dipahami sebelum mulai berinvestasi. Jika ingin instrumen yang sesuai prinsip syariah, sukuk bisa menjadi pilihan menarik
Namun, jika lebih fokus pada fleksibilitas instrumen konvensional, obligasi juga dapat menjadi alternatif investasi yang patut dipertimbangkan sesuai profil risiko dan tujuan keuangan yang kamu miliki
Sebelum memilih instrumen investasi, pastikan kamu memahami karakteristik, risiko, hingga potensi imbal hasilnya agar keputusan investasi menjadi lebih tepat dan sesuai kebutuhan finansial jangka panjang
Bagi kamu yang tertarik mulai berinvestasi di instrumen pendapatan tetap, kamu dapat memulai berinvestasi obligasi melalui OCBC yang menyediakan berbagai pilihan obligasi pemerintah maupun korporasi
Obligasi OCBC dapat dibeli melalui aplikasi OCBC mobile yang tersedia di App Store maupun Play Store. Dengan proses yang praktis dan serba digital, kamu pun bisa mulai berinvestasi obligasi langsung dari HP sesuai kebutuhan finansialmu
Baca Juga: Obligasi Syariah: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya